Desa Termahal Indonesia

Cak Thoriq dan TNBTS Beda Pendapat Soal Tiket Mahal Masuk Ranu Pani

lumajangsatu.com
Cak Thoriq dan TNBTS beda pendapat soal polemik tiket mahal masuk Ranu Pani

Lumajang - Pertemuan Pemkab Lumajang dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang membahas tiket masuk Ranu Pani Kecamatan Senduro nampaknya belum ada hasil yang jelas. Bahkan, Cak Thoriq Bupati Lumajang sempat menyanggah penjelasan dari TNBTS soal berkunjung ke Ranupani harus bayar tiket.

Puji Adi Kepala Teknis Pendapatan Negera Bukan Pajak (PNBP) Balai Besar TNBTS jika hanya melintas dari Lumajang ke Malang tidak dikenakan tiket. Berkunjung ke Saudara dan teman di Ranupani juga tidak dikenakan tiket. Namun, jika tujuan ke Ranupani untuk berwisata maka harus bayar tiket.

Baca juga: Harry Purwanto Ajak Siswa Baru SMPN 1 Lumajang Bijak Bermedia Sosial Saat MPLS

"Ke Ranu Pani tanpa tujuan wisata gratis," jelas Puji kepada sejumlah wartawan, Jum'at (03/01/2020).

Baca juga: Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Cak Thoriq berpendapat jika hanya berkunjung ke Ranu Pani tanpa masuk ke Ranu Regulo seharusnya tidak dikenakan tiket. Namun, TNBTS menegaskan jika tujuan wisata ke Ranu Pani maka harus bayar tiket. "Makanya kita minta warga yang melintas jujur, apa mau melintas, apa mau sambang saudara atau ingin berwisata," papar Puji.

Thoriqul Haq, Bupati Lumajang mengajak TNBTS bekerjasama dengan Pemkab untuk mengelolas Ranu Regulo dan Ranu Pani. Jika sudah terbangun fasilitas yang memadai, maka bisa ditarik di loket bersama yang dibangun di wilayah Ranu Pani.

Baca juga: Coffee Talk Perdana, Bidang Ekraf dan Pariwisata GP Ansor Lumajang Perkuat Kolaborasi Kader

"Kalau masyarakat hanya ingin melihat keindahan kok rasanya ndak enak ditarik tiket," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru