Lumajang - Tanaman peneduh kanan-kiri jalan di sepanjang jalan Jenderal Sutoyo banyak yang mati. Pohon kelampok Darsono yang baru ditanam oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya beberapa saja yang bertahan hidup.
"Karena masih dalam masa perawatan, pohon yang mati akan diganti oleh pihak rekanan dalam waktu dekat ini," ujar Yuli Harismawati, Kepala DLH Lumajang, Senin (24/02/2020).
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
DLH ingin ada tanaman tematik yang berfungsi sebagai peneduh kanan-kiri jalan. Pohon buah dipilih karena masih sedikit daerah yang menggunakannnya sebagai penduh. "Kelampok Darsono kita pilih karena langka dan dahannya menjulang ke atas seperti cemara," papar Yuli.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
Namun, banyak kendala yang dihadapi agar tanaman tersebut bisa hidup, seperti cuaca dan perilaku masyarakat. Ada kelampok Darsono yang sudah hidup, namun tiba-tiba daunnya kering karena terkena air limbah dari PKL.
"Jangankan yang masih baru ditanam mas, ada yang sudah hidup dibagian akaranya dibakar. Ini adalah perilaku yang salah dari sebagian masyarakat kita," jelasnya.
Yuli ingin kawasan kota Lumajang menjadi daerah yang sejuk dengan tanaman peneduh yang tidak mengganggu. Upaya akan terus dilakukan oleh DLH, termasuk memberikan pemahaman agar masyarakat ikut menjaga kelestarian pohon di kanan-kiri jalan.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Kunir Intensifkan Patroli Jalan Raya
"Kita ingin di Lumajang banyak spot tematik yang indah dan sejuk. Ada pohon bunga dan pohon buah yang sudah kita tanam," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi