Lumajang - Pandemi Covid 19 berdampak terhadap segala aspek kehidupan masyarakat diseluruh wilayah, termasuk Lumajang. Harga sayur dipasar Baru Lumajang turun drastis hingga mencapai 100%.
Hasil panen yang melimpah serta rendahnya daya beli masyarakat, diduga menjadi faktor utama anjloknya harga sayuran. "Kirim ke luar kota tidak jalan, dipasar lokal juga rendah daya belinya,"ungkap Ibu Kasia pedagang sayuran di pasar Baru Lumajang saat ditemui Lumajangsatu.com, Kamis (03/09/2020).
Baca juga: HUT Satpam ke-45, Kapolres Lumajang Tegaskan Peran Strategis Satpam Jaga Keamanan
Wanita asal Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro tersebut mengungkapkan bahwa semua jenis sayuran anjlok. "Semuanya mas wortel, sawi, tomat. 100% turunya, tomat normalnya 5000 per kilo sekarang 500 per kilo, Wortel 6000 per kilo sekarang 3000,"ungkapnya.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Ranuyoso Pantau Penanaman Jagung Program Asta Cita
Pedagang lainya Ustafiah mengungkapkan harga yang murah bukan jaminan pembeli meningkat. "Konsumennya turun sejak pandemi, tapi parahnya harga sejak satu bulanan ini," pungkasnya.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Sauqi petani wortel mengungkapkan, harga sayuran tak sebanding dengan perawatanya. "Kalau gini terus nasib petani semakin miris, pupuk harganya sangat mahal,"ungkapnya. (Oky/Ls/red)
Editor : Redaksi