Candipuro - Selain mobil panther miliki pengusaha tambang pasir terseret lahar dingin Semeru. Ternyata, sebuah mushollah dan warung makan tertimbun material banjir setinggi 2 meter di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwulu Kecamatan Candipuro.
"Mushola itu dibangun penambang untuk beribadah saat waktu sholat tiba," kata Nur Kholis seorang relawan bencana pada wartawan, Selasa (9/2/2021).
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
Masih kata dia, banjir lahar dingin sangat besar dibanding sebelumnya. Mushola yang berada didekat tanggul jadi sasaran dan material masuk kedalam.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
"Tidak ada korban jiwa, pasalanya saat ada banjir lahar, warga dan penambang langsung ke atas tanggul," jelasnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 54 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Banjir lahar dingin Semeru terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi. Air akan menjadi besar dan mengalir ke hilir dengan membawa material vulkanis. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi