Candipuro - Selain mobil panther miliki pengusaha tambang pasir terseret lahar dingin Semeru. Ternyata, sebuah mushollah dan warung makan tertimbun material banjir setinggi 2 meter di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwulu Kecamatan Candipuro.
"Mushola itu dibangun penambang untuk beribadah saat waktu sholat tiba," kata Nur Kholis seorang relawan bencana pada wartawan, Selasa (9/2/2021).
Baca juga: Lailatul Ijtima' Jadi Momentum Istimewa, Kader NU Lumajang Munajat Jelang Muktamar ke-35
Masih kata dia, banjir lahar dingin sangat besar dibanding sebelumnya. Mushola yang berada didekat tanggul jadi sasaran dan material masuk kedalam.
Baca juga: Lailatul Ijtima' NU Lumajang, Tradisi yang Terus Hidup dari Cabang hingga Ranting
"Tidak ada korban jiwa, pasalanya saat ada banjir lahar, warga dan penambang langsung ke atas tanggul," jelasnya.
Banjir lahar dingin Semeru terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi. Air akan menjadi besar dan mengalir ke hilir dengan membawa material vulkanis. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi