Lumajang - Pemkab Lumajang akan membuat jalan baru dalam menembus akses jalan penghubung Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari yang terputus akibat abrasi pantai. Meski jalurnya dengan medan sangat berat karena ada tanjakan dan tikungan yang memerlukan akses pembangunan ekstra keras.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq saat meninjau jembatan Rowopandan dan akses jalan yang terputus akibat abrasi air laut di wilayah Pantai Watugodek, Selasa (16/3/2021) kemarin. Jalur sementara masih ditata dengan batu dan pemberian pembatas agar tidak longsor saat hujan.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Akses jalan penghubung dua kecamatan yang masih dalam proses pengerjaan tersebut, masih masuk dalam kawasan perhutani. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan akses pembangunan jalan itu.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
"Sebenarnya jalan ini merupakan akses jalan kabupaten, namun aset tersebut belum terverifkasi dalam catatan administrasi dengan baik dan kami akan urus kembali. Akses jalan yang akan kita bangun ini sudah kita survei dan jauh lebih aman dari abrasi air laut, karena melewati gunung langsung dan jalannya landai," ungkap Bupati Lumajang.
Akses jalan penghubung antara Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari yang terputus akibat abrasi air laut, merupakan akses jalan yang jaraknya relatif singkat jika menuju ke Pasirian atau sebaliknya. Akses jalan itu harus dibangun kembali guna menunjang perekonomian masyarakat di dua wilayah tersebut.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Bupati Lumajang bersama rombongan melakukan peninjauan jembatan dan akses jalan di Pantai Watugodek yang terputus akibat dampak abrasi air laut pantai selatan dengan mengendarai sepeda motor. (Komin/ls/red)
Editor : Redaksi