Lumajang - Tindak lanjuti potensi ancaman gempa bumi dan tsunami Megathrust, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pasuruan bersama BPBD Lumajang, lakukan pemetaan di Pantai Selatan. Kamis, (04/11/2021).
Pemetaan dilakukan untuk mengetahui jalur evakuasi titik kumpul hingga titik pengungsian, jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Pemetaan dilakukan disepanjang pesisir pantai selatan mulai dari Temursari, Pasirian, Tempeh, Kunir dan Yosowilangun. Bahkan petugas mendatangi bibir pantai Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
Dalam recana mitigasi ini, petugas menerapkan kemungkinan terburuk yakni ancaman gempa bumi bermagnitudo 8,7 hingga mengakibatkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 22 meter. Mitigasi ini diharapkan petugas mampu mencari dan mengevaluasi kemungkinan terburuk.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
Terutama dalam penanganan evakuasi,mulai dari jalur titik kumpul hingga titik pengungsian sementara. Sehingga dapat meminimalisir adanya korban jiwa jika tsunami terjadi.
Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang sangat berpotensi terdampak gempa bumi dan tsunami.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Kunir Intensifkan Patroli Jalan Raya
"Sebab bentangan pantainya cukup panjang yakni 70Km dipesisir pantai selatan," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Pasuruan Akhmad Fauzi.(Ind/yd/red)
Editor : Redaksi