Lumajang - Tindak lanjuti potensi ancaman gempa bumi dan tsunami Megathrust, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pasuruan bersama BPBD Lumajang, lakukan pemetaan di Pantai Selatan. Kamis, (04/11/2021).
Pemetaan dilakukan untuk mengetahui jalur evakuasi titik kumpul hingga titik pengungsian, jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Pemetaan dilakukan disepanjang pesisir pantai selatan mulai dari Temursari, Pasirian, Tempeh, Kunir dan Yosowilangun. Bahkan petugas mendatangi bibir pantai Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Tempursari Semarakkan Kemerdekaan dengan Bagikan Bendera ke Pengendara
Dalam recana mitigasi ini, petugas menerapkan kemungkinan terburuk yakni ancaman gempa bumi bermagnitudo 8,7 hingga mengakibatkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 22 meter. Mitigasi ini diharapkan petugas mampu mencari dan mengevaluasi kemungkinan terburuk.
Baca juga: Kapolres Lumajang Ajak Mahasiswa Rawat Kebhinekaan di Tengah Polarisasi Ruang Digital
Terutama dalam penanganan evakuasi,mulai dari jalur titik kumpul hingga titik pengungsian sementara. Sehingga dapat meminimalisir adanya korban jiwa jika tsunami terjadi.
Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang sangat berpotensi terdampak gempa bumi dan tsunami.
Baca juga: 150 Buruh Pabrik Rokok di Lumajang Terima BLT DBHCHT, Bupati: Semoga Ringankan Beban Keluarga
"Sebab bentangan pantainya cukup panjang yakni 70Km dipesisir pantai selatan," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Pasuruan Akhmad Fauzi.(Ind/yd/red)
Editor : Redaksi