Agar Bebas Nrkoba

Tokoh Masyarakat Lumajang Minta Polisi Rutin Tes Urine Sopir Truk

lumajangsatu.com
Herman Afandi, Tokoh Masyarakat Klakah Kabupaten Lumajang

Lumajang - Kejadian viral truck oleng dan penangkapan oknum sopir truk pengedar narkoba jadi sorotan masyarakat. H. Herman Afandi, tokok Muhammadiyah Klakah merasa prihatin dengan sejumlah kasus yang muncul belakangan ini.

Tentu saja, kasus truk oleng akan membahayakan pengguna jalan yang lain. Sedangkan oknum sopir truk pengedar sabu-sabu juga akan membahayakan generasi Lumajang dan juga membahayakan pengguna jalan yang lain jika digunakan sopir saat mengemudi.

Baca juga: Harry Purwanto, Akademisi dan Praktisi Media yang Mengembangkan Komunikasi Digital Indonesia di Lumajang

"Kita meminta kepada pihak kepolisian dan BNNK Lumajang rutin melakukan tes urine sopir truk," jelas Herman Afandi, Jum'at (24/02/2023).

Baca juga: Peduli Pengembangan Atlet Santri, Ning Laila Serahkan Alat Pertandingan di Kejurkab VII Trisula 2026 Pagar Nusa Lumajang

Memang tidak semua sopir truck menggunakan barang haram narkoba. Namun, langkah antisipatif harus dilakukan, jangan sampai oknum sopir nakal nantinya akan berimbas pada sopir-sopir yang baik, dimana mereka bekerja dengan halal untuk menafkahi keluarga.

"Kita harus menjaga sopir-sopir yang baik ini tidak terpenagruh dengan lingkungan yang menggunakan narkoba," terangnya.

Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa

Herman juga meminta polisi dan BNNK memberikan perhatian khusus bagi sopir yang datang dari Madura. Sebab, dugaan peredaraan narkoba di Lumajang disuplai dari pulau Madura. "Daerah kami di Klakah ini sangat rawan dengan peredaran Narkoba, kita berharap polisi memberikan perhatian khusus," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru