Pasirian - Kawasan Lumajang selatan memiliki potensi bencana tsunami, karena berada di pesisir pantai selatan. Salah satunya adalah Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.
Untuk memperkuat mitigasi bencana di Desa Selok Anyar, BPBD Kabupaten Lumajang telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) sejak tahun 2020 lalu. Para anggota Desatana yang terdiri dari warga setempat, perangkat desa dan anggota relawan lainnya mendapatkan pelatihan terkait penanganan bencana di tingkat desa.
Baca juga: Dapur MBG Direncanakan di Area Stadion Lumajang, Lokasi Dekat Saluran Pembuangan Disorot
Dalam kegiatan Sapa Destana, Senin (19/06), Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, bahwa Destana dibentuk dengan tujuan agar masyarakat di desa lebih siap dan dapat menanggulangi bencana yang ada di desanya sebelum Tim BPBD datang.
Baca juga: Evaluasi Bansos 2026, Komisi D DPRD Lumajang Soroti Data Provinsi dan Desak Revisi Aturan LKSA
"Anggotanya adalah warga masyarakat desa tersebut. Bisa dari Perangkat Desa, Karang Taruna, PKK dan siapapun warga desa yang peduli. Mereka dilatih membuat peta bencana, melakukan pertolongan awal saat dari kabupaten belum tiba di lokasi," kata dia.
Menurut Wawan, saat ini Destana Selok Anyar sudah dalam kategori Destana Pratama. Oleh karena itu, dirinya berharap ada peningkatan kelas, sehingga Destana Selok Anyar bisa membantu masyarakat untuk lebih sadar dan tanggap terhadap bencana, hingga tingkat keluarga.
"Harapannya ada peningkatan dari peringkat Destana Pratama naik menjadi Destana Madya atau Destana Utama. Nanti juga ada Keluarga Tangguh Bencana," harapnya.(Kom/red)
Editor : Redaksi