Diharapkan Bisa Tingkatkan Penghasilan

Jalan Pertanian Tembakau Lumajang Diperbaiki Lewat Dana DBHCHT

lumajangsatu.com
Dok. Jalan tani yang dibangun dari dana DBHCHT 2023

Lumajang - Kabupaten Lumajang setiap tahun mendapatkan kucuran dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana miliaran yang didapat diperuntukkan untuk berbagai kegiatan, seperti bantuan langsung tunai (BLT) buruh dan petani tembakau, bantuan pupuk, kesehatan, pembuatan jalan dan lainnya.

Untuk mendukung petani tembakau, Pemkab Lumajang terus mendukung usaha tembakau dengan cara melakukan intervensi bantuan, termasuk pembangunan jalan produksi perkebunan bagi petani tembakau.

Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan

Analis Prasarana dan Sarana Pertanian di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lumajang, Sukarno Mukti Adi menjelaskan dana yang dialokasikan untuk membangun jalan produksi perkebunan bersumber dari anggaran DBHCHT.

"Tahun ini, dana tersebut disalurkan kepada 4 kelompok tani yang dipercaya sebagai penyelenggara program," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu, (25/9/2024).

Baca juga: Bapemperda DPRD Lumajang Matangkan Naskah Akademik Raperda Pengembangan Koperasi

Menurutnya dari 4 poktan yang menerima bantuan pembangunan JPP ini terbagi beberapa wilayah, yakni Kunir, Tempeh, dan Rowokangkung. "Masing-masing kelompok tani menerima dana sebesar Rp 100 juta. Untuk mekanisme pekerjaannya dilakukan secara sistem swakelola," jelasnya.

"Semua jalan yang dibangun kita prioritaskan di lokasi tembakau," imbuhnya.

Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Hadiri HPN 2026: Pers Adalah Pilar Transparansi Pembangunan

Adi pun juga mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk membantu dan mendukung pengembangan tanaman tembakau di Kabupaten Lumajang. Diharapkan dengan dibangun jalan produksi perkebunan tahun ini para petani di Lumajang menjadi lebih lancar untuk mengangkut sarana produksi dan hasil tanam atau panen tembakau.

"Nantinya, jika jalan ini telah terbangun para petani bisa lebih lancar mengangkut dan menjual hasil produksinya. Hingga, biaya produksi (ongkos angkut) ditekan oleh petani," tutupnya.(Red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru