LUMAJANG – Warga Desa Salak, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, digemparkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu tergiur membeli minyak goreng seharga Rp10 ribu per liter. Namun, untuk mendapatkannya, warga diminta menyerahkan KTP asli serta melakukan verifikasi wajah melalui aplikasi dompet digital.
Baca juga: 12 Pelajar SMP Terjaring Penertiban, Satlantas Lumajang Ingatkan Bahaya Berkendara di Bawah Umur
Dalam rekaman tersebut, para ibu terlihat mengikuti arahan panitia. Akan tetapi, setelah proses verifikasi selesai, akun dompet digital justru terdaftar menggunakan nomor telepon pihak lain. Kondisi ini membuat pemilik KTP tidak dapat mengakses akun yang seharusnya menjadi miliknya.
Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, membenarkan bahwa kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian. “Pengaduan sudah masuk. Saat ini sudah ada sembilan orang yang diperiksa sebagai saksi, dan penyelidikan ditambah dengan keterangan saksi ahli,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Baca juga: Periksa 14 Truk di Pasirian, Polisi Temukan KIR Kedaluwarsa hingga SIM Tak Sesuai
Untoro juga menegaskan bahwa pihak terlapor bukan warga Lumajang. “Orang terlapor tidak ada warga Lumajang,” tambahnya.
Baca juga: Lepas Atlet POPDA dan PEPARPEDA 2026, Bunda Indah Tantang Lumajang Raih 10 Medali Emas
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman kasus untuk memastikan ada atau tidaknya unsur penipuan serta kemungkinan penyalahgunaan data pribadi warga (Ind/red).
Editor : Redaksi