Dari Desa Untuk Indonesia

Kemkomdigi Ajak Pemuda Lumajang Jadi Duta Digital Lawan Hoaks

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Direktur Informasi Publik Kemkomdigi Nursodik Gunarjo (kanan), Bupati Lumajang Indah Amperawati (tengah), dan Kadiskominfo Lumajang Mustaqim (kiri) berfoto bersama narasumber serta peserta.
Direktur Informasi Publik Kemkomdigi Nursodik Gunarjo (kanan), Bupati Lumajang Indah Amperawati (tengah), dan Kadiskominfo Lumajang Mustaqim (kiri) berfoto bersama narasumber serta peserta.

LUMAJANG, LUMAJANGSATU.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak pemuda desa di Kabupaten Lumajang menjadi Duta Digital untuk membantu melawan hoaks dan disinformasi di ruang digital.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, saat membuka kegiatan IGID Menyapa Lumajang bertema "Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia" di Aula Nagara BKPSDM Lumajang, Rabu (10/6/2026).

Menurut Nursodik, desa memiliki peran strategis dalam menjaga ruang digital yang sehat karena sekitar 80 persen wilayah Indonesia merupakan kawasan perdesaan.

"Bela negara tidak selalu dengan senjata, tetapi juga dengan jempol yang bertanggung jawab. Maka mari menjadi Duta Digital di era algoritma ini," kata Nursodik.

Ia menegaskan, ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya berupa konflik fisik, tetapi juga perang informasi, hoaks, dan disinformasi yang beredar di media digital.

Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi rujukan masyarakat dalam menyikapi informasi yang beredar.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak mengejar popularitas di media sosial dengan menyebarkan konten yang berpotensi memicu konflik sosial.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan pemuda desa, Karang Taruna, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), pelajar, mahasiswa, serta jajaran Kodim 0821 Lumajang.

Selain mendapatkan materi literasi digital, peserta juga dibekali pelatihan pembuatan konten dan pemanfaatan media digital untuk mempromosikan potensi daerah.

Redaktur senior Indonesia.go.id Tri Antoro, memberikan pelatihan mengenai cara mengangkat potensi desa melalui tulisan yang menarik dan bernilai berita.

Sementara itu, kreator digital Lintang Pekasih membagikan strategi membuat konten edukatif yang tetap relevan, inspiratif, dan berpeluang menjangkau audiens luas di media sosial.

Peserta juga diajak untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana mempromosikan potensi daerah dan diajak menggaungkan kampanye digital sebagai bentuk kontribusi bersama dalam menjaga ruang digital yang aman, sehat, dan berdaya saing untuk Indonesia.

Ratusan peserta yang hadir merupakan perwakilan dari pemuda desa, kader karang taruna, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Lumajang, jajaran Penerangan Kodim 0821 Lumajang, para pelajar,  serta mahasiswa di Kabupaten Lumajang dan sekitarnya. *