Lumajang – Proses rehabilitasi Alun-Alun Lumajang yang dimulai awal September 2025 menimbulkan pertanyaan masyarakat: apakah kegiatan ekonomi kecil, terutama pedagang kaki lima (PKL), akan ikut terdampak?
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Agus Rohman Rozaq, memastikan bahwa kegiatan ekonomi warga tetap berjalan seperti biasa. Meski kawasan alun-alun akan ditutup total selama rehabilitasi, aktivitas para pedagang tidak terganggu.
Baca juga: TP PKK Lumajang Perkuat Tertib Administrasi, Program Pemberdayaan Keluarga Didorong Lebih Berdampak
“Untuk kegiatan olahraga dan senam memang harus dipindahkan ke lokasi lain, seperti GOR atau Stadion Lumajang. Tetapi untuk PKL di sekitar alun-alun, khususnya pedagang di sirip jalan, tidak ada masalah,” ujar Agus.
Baca juga: PKK Lumajang Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak, Perlindungan Dimulai Sejak Dini
Ia menegaskan bahwa Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) tetap digelar sesuai agenda. Hanya saja, masyarakat tidak bisa menikmati suasana alun-alun karena kawasan utama akan ditutup pagar selama pengerjaan.
“CFD dan CFN tetap jalan, pedagang tetap bisa berjualan. Jadi untuk belanja kuliner atau menikmati suasana luar tetap bisa, asalkan pedagangnya ada. Yang beda hanya pandangan ke alun-alun tertutup pagar,” tambahnya.
Baca juga: Dihantam Ombak di Perairan Lumajang, Dua Nelayan Jember Selamat, Satu Masih Hilang
Dengan demikian, meski ruang terbuka utama kota Lumajang sedang bersolek, denyut ekonomi kecil di sekitarnya diyakini tetap hidup. Rehabilitasi alun-alun ini sendiri ditargetkan rampung pada Desember 2025 dengan anggaran Rp 4,5 miliar dari APBD (Ind/red).
Editor : Redaksi