Lumajang - Polisi bukan sekadar aparat penegak hukum. Polsek Rowokangkung, Polres Lumajang, membuktikan bahwa mereka juga bisa jadi penggerak ketahanan pangan. Dengan terjun langsung ke sawah warga, polisi ingin menunjukkan bahwa keamanan tanpa pangan hanyalah omong kosong.
Baca juga: Belum Ada Kesepakatan Damai, Aduan Dugaan Perzinahan Oknum Kades di Lumajang Terus Bergulir
Pada Selasa (26/8/2025), jajaran Polsek Rowokangkung turun langsung mendampingi lahan jagung seluas 2.150 meter persegi di Dusun Bayur, Desa Sumbersari. Jagung yang ditanam pada Juli lalu diperkirakan menghasilkan 1,1 ton gelondong saat panen September mendatang.
Kapolsek Rowokangkung, Iptu Murjito SH, menegaskan bahwa polisi tidak bisa hanya sibuk di kantor atau patroli jalanan, tetapi juga wajib hadir memberi solusi nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
“Kalau pangan terguncang, keamanan pasti goyah. Karena itu polisi harus turun tangan, memastikan hasil panen warga maksimal. Kami ingin masyarakat tahu, Polri ada bersama mereka, bukan hanya saat ada kasus kriminal,” tegasnya.
Program yang sejalan dengan *Asta Cita* Presiden ini diproyeksikan diperluas ke seluruh wilayah Kecamatan Rowokangkung. Dengan begitu, lahan-lahan produktif yang terbengkalai bisa kembali memberi hasil.
Baca juga: Polisi Tertibkan Lalu Lintas di Pasar Buah Ranuyoso, Pedagang Diimbau Tak Pakai Badan Jalan
Pesannya jelas: Polri bukan hanya menjaga stabilitas kamtibmas, tapi juga penopang perut rakyat. Karena lapar bisa memicu kejahatan, dan ketahanan pangan adalah fondasi utama keamanan bangsa (Ind/red).
Editor : Redaksi