Keimanan

Densus 88 Turun ke Pesantren, Perkuat Moderasi Beragama untuk Tangkal Radikalisme

Reporter : Indana Zulfa

Lumajang – Upaya menangkal penyebaran paham radikalisme terus diperkuat melalui jalur pendidikan. Densus 88 Polda Jawa Timur turun langsung ke Pondok Pesantren Manarul Qur’an, Sukodono, Lumajang, untuk menggelar sosialisasi penguatan moderasi pendidikan agama Islam.

 

Baca juga: Kapolsek Randuagung Hadiri Pelantikan Sekdes Gedangmas, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

Kegiatan yang diikuti ratusan wali murid ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif bahwa ancaman radikalisme kini menyasar berbagai lapisan, termasuk kalangan pelajar dan anak-anak.

 

Kasubnit Densus 88 Polda Jatim, Totok Suhartono, menegaskan bahwa radikalisme tidak bisa dianggap remeh karena dapat masuk melalui berbagai jalur, termasuk media digital dan lingkungan pendidikan.

 

“Penguatan moderasi beragama harus dimulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Ini menjadi benteng utama menjaga generasi muda,” tegasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman pentingnya menanamkan nilai cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak dini. Peran orang tua juga ditekankan sebagai garda terdepan dalam mengawasi perkembangan anak, terutama dalam penggunaan media sosial.

 

Baca juga: Geger! Perempuan 19 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Rumahnya, Polisi Selidiki Dugaan Tindak Pidana

Kapolsek Sukodono, Ernowo, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari langkah preventif memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ideologi yang berpotensi memecah persatuan.

 

“Edukasi kepada wali murid sangat penting agar mereka mampu membentengi anak-anak dari pengaruh paham radikal,” ujarnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan sekitar.

Baca juga: Dua Kali Datangi Polres Lumajang dalam Semalam, Madas Jember Tuntut Penahanan Terlapor, Polisi: Semua Ada Prosesnya

 

Forum berlangsung interaktif, dengan sesi dialog antara narasumber dan peserta yang membahas berbagai upaya pencegahan di lingkungan keluarga maupun pendidikan.

 

Melalui pendekatan edukatif ini, aparat berharap masyarakat semakin waspada sekaligus aktif berperan dalam menjaga persatuan dan memperkuat moderasi beragama demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Lumajang (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru