Ujian Mudah

Tujuh Bulan, 14.527 Warga Lumajang Urus SIM, Polisi Sebut Tingkat Ketidaklulusan Hanya 5-10 Persen

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi pemohon SIM
Ilustrasi pemohon SIM

LUMAJANG — Sebanyak 14.527 pemohon tercatat mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kabupaten Lumajang selama tujuh bulan pertama 2026. Data tersebut mencakup pemohon SIM baru maupun perpanjangan hingga Juli 2026.

Baur SIM Satlantas Polres Lumajang, Aiptu Harry, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi pelayanan yang rutin direkap dan dilaporkan setiap hari, minggu, hingga bulanan.

“Kalau Mbak minta tujuh bulan ke belakang, kita sudah update ada 14.527. Itu perpanjang dan baru. Jadi perpanjang, baru, SIM billing, itu produk yang satu selama tujuh bulan,” ujar Aiptu Harry.

Dari jumlah tersebut, proses penerbitan SIM baru menjadi salah satu layanan yang harus dilalui pemohon melalui tahapan ujian teori dan praktik.

Harry menyebut anggapan bahwa mendapatkan SIM merupakan proses yang sulit kini mulai berubah. Sistem ujian praktik yang diterapkan saat ini dinilai lebih sederhana dibandingkan dengan pola ujian sebelumnya.

“Kalau dulu mindset orang buat SIM itu susah. Tapi sekarang kan sudah beda. Sekarang perbedaannya di praktik, di teori sudah berbeda,” jelasnya.

Ia mencontohkan, ujian praktik yang sebelumnya menggunakan sejumlah lintasan seperti angka delapan dan zig-zag kini telah disederhanakan.

“Praktik dulu ada angka delapan, ada zig-zag, sekarang tidak, hanya lurus saja,” katanya.

Hanya 5-10 Persen Tak Lulus
Meski demikian, masih ada pemohon yang belum berhasil melewati tahapan ujian. Namun, menurut Harry, persentasenya relatif kecil.

“Kalau kita persentasekan, kalau dari 100 persen yang tidak lulusnya hanya antara 5 sampai 10 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, faktor ketidaklulusan tidak selalu berkaitan dengan kemampuan pemohon dalam memahami materi ujian. Kondisi mental dan rasa gugup justru menjadi salah satu faktor yang cukup sering memengaruhi hasil ujian.

“Sebenarnya faktor ketidaklulusan itu dari pribadi seseorang, jadi mental seseorang. Kadang orang dilihat, dinilai, kadang grogi, akhirnya menyebabkan ketidaklulusan,” jelas Harry.

Ia menegaskan, pemohon yang gagal dalam ujian tidak serta-merta berarti tidak memahami teori maupun praktik berkendara. Kesiapan mental saat mengikuti ujian turut berpengaruh terhadap kemampuan pemohon menjalani setiap tahapan.

“Bukan karena mereka tidak paham, belum. Karena mental belum siap,” ujarnya.

Pelayanan SIM Tetap Buka Sabtu


Sementara itu, Satlantas Polres Lumajang tetap membuka pelayanan SIM hingga hari Sabtu. Masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja dapat memanfaatkan layanan tersebut.

“Kita enam hari kerja. Jadi Senin sampai Sabtu kita buka. Jamnya pun sama,” kata Harry.

Untuk Senin hingga Sabtu, pelayanan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Khusus hari Jumat, pelayanan ditutup lebih awal pada pukul 11.00 WIB.

“Jam 12 tutup, kecuali hari Jumat. Hari Jumat itu jam 11 kita sudah tutup. Sabtu jam 12,” pungkasnya.

Dengan dibukanya pelayanan selama enam hari kerja, masyarakat Lumajang memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengurus SIM baru maupun perpanjangan tanpa harus menunggu awal pekan (Red).