Lumajang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 241 kasus baru HIV/AIDS sejak awal tahun 2026 hingga pertengahan tahun ini. Dari jumlah tersebut, baru 78 orang yang telah memulai pengobatan menggunakan terapi antiretroviral (ARV).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lumajang, dr. Marshall Trihandoko, mengatakan jumlah tersebut merupakan kasus baru yang ditemukan sepanjang tahun 2026. Sementara itu, total penderita HIV yang pernah tercatat di Kabupaten Lumajang diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang.
"Untuk tahun 2026 hingga saat ini ada sekitar 241 kasus baru HIV/AIDS. Kalau total keseluruhan yang pernah tercatat diperkirakan ada sekitar seribuan. Namun, karena pengobatan HIV bersifat jangka panjang, kami masih harus memastikan mana yang masih menjalani pengobatan, yang sudah meninggal, maupun yang masih dalam pemantauan," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari 241 kasus baru tersebut, hanya 78 pasien yang telah bersedia menjalani terapi ARV. Sementara sisanya belum memulai pengobatan karena berbagai alasan.
Menurutnya, sebagian pasien merasa belum membutuhkan obat karena tidak mengalami gejala. Ada pula yang masih mencari pendapat kedua dari tenaga kesehatan lain, hingga merasa malu menjalani pengobatan akibat stigma negatif yang masih melekat terhadap penderita HIV.
"Sebagian besar kasus ditemukan saat proses skrining sehingga pasien merasa tubuhnya masih sehat dan belum perlu minum obat. Selain itu, ada juga yang takut diketahui orang lain karena stigma terhadap HIV masih cukup kuat," jelasnya.
dr. Marshall menambahkan, kasus HIV di Lumajang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Hingga saat ini tidak ada satu wilayah yang mendominasi jumlah kasus karena penyebarannya relatif merata.
"Kalau dilihat dari data kami, hampir semua kecamatan ada kasus HIV. Mobilitas masyarakat juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran, misalnya warga yang bekerja di luar daerah kemudian kembali ke Lumajang," katanya.
Baca juga: Patroli Malam Polsek Padang Diperketat, Polisi Gandeng Warga Cegah Kriminalitas hingga Dini Hari
Dinkes Lumajang mengimbau masyarakat untuk mengutamakan pencegahan karena HIV lebih banyak ditularkan melalui hubungan seksual berisiko.
"Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Hindari perilaku seksual berisiko, termasuk berganti-ganti pasangan maupun melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Dengan demikian, penularan HIV dapat ditekan," pungkasnya (Red).
Editor : Redaksi