Collab

Pawai Budaya Season II Desa Sukorejo Spektakuler: Sinergi KKN STKIP PGRI Lumajang dan KIM Kembalikan Kegairahan Potensi

Reporter : Redaksi
Sinergi KKN STKIP PGRI Lumajang dan KIM sukses menghidupkan kembali semangat serta potensi budaya lokal

Lumajang — Suasana malam di Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang berubah menjadi lautan manusia dan gemuruh irama seni dan musik. Kolaborasi solid antara Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PGRI Lumajang bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Serta Pemerintah Desa Sukorejo sukses menggelar perhelatan akbar Pawai Budaya Season II. Bertabur ribuan pasang mata, gelaran yang menyajikan pawai budaya serta parade sound system ternama ini berlangsung meriah sejak sore hari hingga menembus dini hari. Dalam semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Dukungan serta sinergi yang terjalin bersama Pemerintah Desa Sukorejo turut menjadi penggerak tumbuhnya semangat gotong royong dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan.

Kemeriahan Luar Biasa: 16 Kontingen, Sound Horeg, dan Dancer Luar Kota

Baca juga: Meriahkan HUT ke-81 RI, KKN STKIP PGRI Lumajang Ajak Puluhan Anak Jatigono Ekspresikan Kreativitas Lewat Lomba Mewarnai

Pawai Budaya Season II kali ini berhasil menyedot perhatian tidak hanya dari warga lokal Desa Sukorejo, melainkan juga masyarakat lintas desa hingga luar wilayah Kecamatan Kunir. Sebanyak 16 kontingen peserta unjuk kebolehan dengan ragam busana adat, kreasi tari tradisional, dan koreografi modern.

Daya tarik utama yang membuat penonton bertahan hingga tembus pagi adalah hadirnya performa sound system spesifikasi besar antara lain BCD audio, Rahayu, Antika, RJ audio dan masih banyak lagi sound ternama serta atraksi dari berbagai sanggar tari dari RT/RW desa sukorejo dan dancer profesional yang didatangkan khusus dari luar kota. Dentuman audio yang menggelegar dipadukan dengan koreografi energik para penari menyajikan hiburan kelas tinggi yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras adek-adek mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang yang berkolaborasi rapat dengan KIM dan Pemerintah Desa Sukorejo. Event Pawai Budaya Season II ini berjalan aman, tertib, dan sangat spektakuler. Kegigihan mereka mengemas acara dari sore hingga pagi memuntahkan antusiasme luar biasa warga. Ini bukti nyata gotong royong dan kebangkitan partisipasi masyarakat desa kita.” Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir

 

Peran Strategis Mahasiswa KKN sebagai Fasilitator dan Penggerak Modal Sosial

Dalam perhelatan besar ini, mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang tidak sekadar bertindak sebagai panitia, melainkan memosisikan diri sebagai fasilitator dan mitra pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa terlibat aktif sejak perencanaan konsep, koordinasi perizinan, pengaturan alur rute lintasan pawai, hingga pendampingan teknis acara dan publikasi media.

Inisiatif kegiatan ini berangkat dari semangat dan aspirasi masyarakat desa yang menginginkan adanya ruang ekspresi seni budaya serta sarana pemersatu antar-dusun dan RT/RW. Sinergi bersama Pemerintah Desa Sukorejo terbukti ampuh membakar semangat gotong royong seluruh lapisan elemen warga.

 

Baca juga: “Speak With Impact”, Mahasiswa Lumajang Ditempa Kuasai Public Speaking dan Storytelling di Era Digital

Pawai Budaya Season II Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, penyelenggara Kolaborasi KKN STKIP PGRI Lumajang, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sukorejo, & Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Sukorejo. Peserta pawai berjumlah 16 Kontingen Utama, Kegiatan ini berlangsung dari sore hari hingga menembus pagi (dini hari), hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki antusiasme dan partisipasi masyarakat yang cukup besar.

Atraksi Spesial, pawai budaya tidak hanya menampilkan kegiatan budaya Masyarakat setempat, tetapi juga menghadirkan atraksi khusus yaitu Parade Sound Horeg Ternama & Performance Dancer Luar Kota. Kehadiran atraksi tersebut bertujuan untuk menambah daya Tarik kegiatan sehingga mampu menarik lebih banyak Masyarakat untuk datang dan menonton.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan sponsorship dari Cleo Pure Water, GONET Home WiFi, Rumah Digital Kreatif, Java Digital Printing Lumajang dan BCD Audio yang turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran dan semaraknya rangkaian kegiatan. Dukungan dari para sponsor tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara masyarakat, Pemerintah Desa Sukorejo, dan pihak swasta dalam mendorong terselenggaranya kegiatan yang positif, kreatif, dan meriah, sekaligus mempererat kebersamaan serta semangat gotong royong warga dalam semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian, pawai budaya season II tidak hanya menjadi kegiatan internal desa, tetapi juga menjadi kegiatan yang mampu menarik perhatian Masyarakat dari wilayah lain. Penguatan Desa Produktif Berbasis Literasi Numerasi, Inovasi UMKM, dan Hilirisasi Potensi Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan Pawai Budaya Season II, fokus utama yang dicapai adalah Penguatan Modal Sosial, Kolaborasi, dan Gotong Royong Warga. Selain melestarikan budaya lokal, berkumpulnya ribuan penonton dari berbagai daerah juga memberikan dampak ekonomi langsung (economic multiplier effect) bagi para pedagang kecil/UMKM di sepanjang rute pawai, sekaligus menegaskan konsep Desa Sukorejo sebagai desa yang produktif, aktif, dan mandiri.

Baca juga: Meriahkan Usia 40 Tahun, STKIP PGRI Lumajang Gelar Dies Natalis Bertabur Prestasi

Dampak Kegiatan dan Keberlanjutan Kolaborasi

Suksesnya gelaran Pawai Budaya Season II membawa dampak positif signifikan bagi tatanan sosial warga Desa Sukorejo. Komunikasi antar-warga, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa semakin erat. Kehadiran mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang diakui mampu menyuntikkan inovasi manajerial dan semangat kebersamaan dalam memajukan potensi lokal desa.

Acara ini merupakan wujud nyata penguatan modal sosial Desa Sukorejo. Kami belajar bahwa kolaborasi antara akademisi, KIM, dan warga lokal mampu melahirkan event berskala besar yang aman, menghibur, sekaligus menggerakkan roda ekonomi pedagang kecil. Semoga semangat partisipasi ini terus terjaga secara berkelanjutan.

Diharapkan keberhasilan acara ini dapat menjadi fondasi kokoh bagi keberlanjutan kerja sama antara Mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang, KIM Desa Sukorejo, serta Pemerintah Desa dalam menciptakan program-program pemberdayaan produktif lainnya di masa mendatang (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru