Lumajang– Komitmen mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting terus digaungkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PGRI Lumajang. Melalui program edukasi kesehatan bertajuk “Strategi Pencegahan Stunting: Membangun Generasi Emas melalui Gizi Seimbang Sejak Dini”, mahasiswa KKN hadir di tengah masyarakat Desa Kunir Kidul untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan sejak dini.
Baca juga: Secangkir Kopi, Sejuta Cerita: Kapolres Lumajang Rangkul Media Jaga Kondusivitas
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendorong masyarakat agar lebih memahami bahaya stunting serta pentingnya membangun pola hidup sehat demi menciptakan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.
Sosialisasi ini dihadiri ibu-ibu PKB Desa Kunir Kidul dan menghadirkan pemateri dari PKBL. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memahami persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian bersama.
Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari pemahaman tentang stunting, pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, hingga pengenalan program Quick Win dalam upaya percepatan penanganan stunting.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Tak sekadar menerima materi, para peserta juga aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait kesehatan keluarga dan pemenuhan gizi anak.
Stunting dijelaskan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak yang dipengaruhi oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan dan kemampuan anak di masa depan.
Baca juga: Tanamkan Empati Sejak Dini, SDN Sukosari 02 Lumajang Gaungkan “Stop Bullying”
Karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan dimulai dari kesiapan keluarga. Perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang, baik secara fisik, mental, maupun ekonomi, dinilai menjadi salah satu faktor penting agar kebutuhan kesehatan dan gizi anak dapat terpenuhi dengan baik.
Mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang melalui kegiatan ini juga turut mengenalkan program Quick Win sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai intervensi yang tepat dan terarah.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberikan warna baru dalam penyampaian edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemateri, dan warga menjadi ruang diskusi sekaligus sarana untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting membutuhkan peran aktif semua pihak.
Baca juga: KKN STKIP PGRI Lumajang Gelar GEMILANG, Siswa SD/MI Se-Jatigono Adu Cerdas Matematika
Lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi, program ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat Desa Kunir Kidul dalam memperhatikan pola asuh, kesehatan keluarga, serta pemenuhan gizi anak sejak dini.
Melalui sinergi antara mahasiswa, tenaga atau pemateri kesehatan, dan masyarakat, upaya menciptakan generasi bebas stunting diharapkan dapat terus diperkuat.
Sebab, generasi emas tidak lahir secara instan. Generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas dimulai dari keluarga yang peduli terhadap kesehatan dan gizi sejak hari ini (Red).
Editor : Redaksi