Lumajang – Ibadah haji tidak semestinya berhenti ketika jemaah meninggalkan Tanah Suci dan kembali ke rumah. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan rangkaian ibadah diharapkan terus hidup dalam keseharian, salah satunya melalui kepedulian kepada sesama dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Baca juga: Bukan Sekadar Event, Dulur Sekarkijang Dorong UMKM Lumajang Tembus Pasar Lebih Luas
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H/2026 M sekaligus Silaturahmi Jemaah Haji Kabupaten Lumajang yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (6/9/2026).
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW: Merawat Kemabruran Haji, Memperkuat Ukhuwah Menuju Lumajang yang Barokah”, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus mengingatkan kembali tanggung jawab sosial para alumni haji setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Lumajang, dr. Halimi Maksum, hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi IPHI dan MTP IPHI Kabupaten Lumajang yang telah menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi ruang untuk melakukan refleksi dan memperkuat keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya tidak hanya sebatas agenda seremonial tahunan semata, melainkan juga sebagai momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya tercermin dari pengalaman spiritual seseorang selama berada di Tanah Suci. Setelah kembali, nilai tersebut idealnya terlihat melalui perubahan sikap dan perilaku, seperti semakin jujur, amanah, peduli terhadap warga yang membutuhkan, serta mampu menjaga kerukunan.
Bagi keluarga besar IPHI, pengalaman spiritual selama menunaikan ibadah haji dapat menjadi bekal untuk mengambil peran lebih luas di lingkungan masing-masing. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, mulai dari membantu warga kurang mampu, santunan anak yatim, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sebagai bagian dari anggota IPHI, panjenengan semua memiliki peran strategis untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Predikat kemabruran haji seyogianya tercermin dari kepedulian sosial yang makin tinggi dan kontribusi nyata dalam menjaga keharmonisan serta kesejahteraan warga Lumajang,” tuturnya.
Tak hanya dalam kegiatan sosial, para anggota IPHI juga diharapkan mampu menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat. Ketika muncul perbedaan pandangan maupun persoalan di lingkungan, tokoh masyarakat yang mampu menjadi peneduh dinilai memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi dan kerukunan.
Baca juga: Perselisihan Jalan Memanas, Lansia 67 Tahun Dibacok hingga Luka di Lumajang
Pemerintah daerah menilai pembangunan Lumajang tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan masyarakat, termasuk para kiai, ulama, tokoh masyarakat dan keluarga besar IPHI, menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendirian dalam membangun daerah ini. Kami membutuhkan dukungan, masukan, serta doa dari para kiai, ulama, dan seluruh keluarga besar IPHI agar pembangunan di Kabupaten Lumajang senantiasa berjalan lancar, berkeadilan, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” katanya.
Karena itu, Pemkab Lumajang mendorong IPHI mengambil peran dalam tiga bidang utama. Pertama, memperkuat kepedulian sosial dengan mendorong para alumni haji terlibat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan pemberdayaan warga.
Kedua, menjadi perekat ukhuwah dan kedamaian dengan ikut menjaga kerukunan serta menciptakan suasana yang sejuk di tengah masyarakat.
Ketiga, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui kegiatan keagamaan, pendidikan moral, sosial, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Cegah Guru Terjerat Hukum Saat Disiplinkan Siswa, KORPRI Lumajang Dorong SOP yang Jelas
“Pemerintah menaruh harapan besar terhadap keberadaan dan kiprah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia sebagai salah satu mitra strategis dalam pembinaan umat dan pembangunan daerah,” tegasnya.
Harapan itu membuat makna kemabruran haji menjadi lebih luas. Ia tidak hanya berbicara tentang hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga bagaimana seseorang setelah pulang dari Tanah Suci mampu membawa perubahan dalam hubungan dengan sesama.
Kepedulian kepada tetangga, membantu warga yang membutuhkan, menjaga persaudaraan, hingga membuka ruang pemberdayaan masyarakat menjadi bentuk sederhana yang dapat menunjukkan bahwa nilai-nilai ibadah benar-benar tumbuh dalam kehidupan.
Di tengah peringatan Maulid Nabi, keteladanan Rasulullah SAW pun kembali diingatkan bukan sekadar sebagai sejarah yang dikenang, melainkan sebagai nilai yang harus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Marilah kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan bersama-sama merawat kedamaian di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya (Red).
Editor : Redaksi