Makan Ketupat Bersama, Warga Tanggung Lestarikan Budaya di Pemandian Alam Sumber Pakel

lumajangsatu.com
Makan lontong dan ketupat bersama di objek wisata pemandian alam Sumber Pakel

Lumajang (lumajangsatu.com) - Hari raya ke-7 atau hari raya Kupatan diperingati dengan menggelar do'a bersama. Warga Tanggung Kecamatan Padang berkumpul di Sumber Pekel dengan membawa ketupat, lontong dan opor ayam.

Sumber Pekel merupakan sumber mata air yang besar dan menjadi penopang hajat hidup warga. Ratusan hektar lahan pertanian bergantung pada debit sumber pakel yang hingga kini masih terjaga keasriannya.

Baca juga: Pemkab Lumajang Dorong Regenerasi Seniman Muda Lewat Segoro Topeng Kaliwungu

"Do'a dan makan ketupat bersama warga di Sumber Pekel merupakan wujud syukur kita kepada tuhan atas limpahan rizkinya," ujar Edi Nanang, Ketua Pokdarwis Desa Tanggung, Minggu (02-07/2017).

Kegiatan makan ketupat bersama sudah rutin dilakukan setiap tahun tiap hari raya ke-7. Warga dari rumah masing-masing membawa ketupat dan lontong serta lauk-pauknya.

Baca juga: Tarif Selokambang Picu Polemik, Dinas Pariwisata Buka Suara: “Sudah Sesuai Perda”

Ada juga gunungan dari ketupat dan lontong yang dibuat untuk diberikan kepada warga yang datang. Usai dido'akan, warga yang datang baik dari desa Tanggung atau sekitarnya akan makan bersama-sama.

Kegiatan tersebut juga ingin mempromosikan Sumber Pakel sebagai objek wisata pemandian alam. Sebab, Sumber Pekel merupakan objek wisata unggulan di Kecamatan Padang.

Baca juga: Tumpak Sewu Sumbang Rp165 Juta PAD Lumajang per Bulan

"Kita berharap dengan melestarikan budaya, Sumber Pekal akan dikenal dan banyak dikunjungi sebagai objek wisata pemandian alam," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru