Banjir Rowokangkung Terburuk Kedua Setelah Tahun 2000

lumajangsatu.com
TRC BPBD terus lakukan upaya penanganan korban banjir

Lumajang (lumajangsatu.com) - Banjir di Kecamatan Rowokangkung hingga hari Sabtu (03/02) masih belum surut. Hal itu jebolnya tanggul sungai di tiga titik, sehingga air terus masuk ke permukiman warga di Desa Rowokangkung dan Sidorejo.

Paryono, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menyatakan banjir belum surut karena debit air masih tinggi. Ditambah lagi dam sungai jebol dan masih dalam penanagan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang.

Baca juga: Pemkab Lumajang Dorong Regenerasi Seniman Muda Lewat Segoro Topeng Kaliwungu

"Belum surut total mas, karena tanggul jebol karena debit sungai sangat tinggi," ujar Paryono, Sabtu (03/02/2018).

Baca juga: Tarif Selokambang Picu Polemik, Dinas Pariwisata Buka Suara: “Sudah Sesuai Perda”

Bajir kali ini adalah terburuk kedua seteleh tahun 2000 dimana ada 4 Desa di Rowokangkung yang terendam. Banjir kali ini ada ratusan kepala keluarga yang terdampak dan sebagian harus mengungsi di Balai Desa.

"Ini adalah banjir terburuk kedua setelah tahun 2000, TRC masih siaga antisipasi bajir susulan," terangnya.

Baca juga: Tumpak Sewu Sumbang Rp165 Juta PAD Lumajang per Bulan

Hingga bulan Februari cuaca masih extrim dengan intensitas hujan lebat. Warga diminta selalu waspada terutama diwilayah rawan bencana baik banjir atau tanah longsor. (Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru