Lumajang (lumajangsatu.com) - Kekeringan melanda Desa Boreng dan Desa Blukon hampir setahun.Akibatnya, areal persawahan dan sumur warga tidak bisa teraliri air.
Kekeringan yang melanda 2 Desa di Perkotaan itu, lantaran Bendung Sungai Kaliasem Jebol saat musim penghujan lalu. Akibatnya, areal persawahan kering dan berdampak pada sumur warga.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
"Di Blukon ada sekitar tiga ratu kaka di 7 RT kelimpungan air bersih," kata Sekretaris Desa Blukon, Bambang Sutikno.
Untuk bantuan air bersih, menurut Sutikno, pasokan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kekurangan. Bahkan, perusahaan swasta ikut membantu juga kewalahan.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Kalau aliran sungai dari Sungai Kaliasem tidak mengalir ke persawahan, dampaknya ke sumur warga," ungkapnya.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
Di Boreng juga da ratusan Kepala Keluarga yang harus kehabisan air bersih lantaran sumurnya mengering. Sehingga, pernah ada bantuan dari POlres Lumajang. "Kemarin ada bantuan sekarang sudah tak ada," Jelas Suham, warga Boreng..
Untuk pemenuhan air bersih, warga Boreng dan Blukon kerap mencari sumur di desa tetangga membawa derigen. "Untuk mandi kita kesungai," jelasnya.(ls/red)
Editor : Redaksi