Lumajang (lumajangsatu.com) - Di event Loemadjang Djadoel, ribuan pengunjung bisa memainkan alat musik jaman dahulu secara langsung. Alat musik yang jarang mereka mainkan sehari-hari kini hadir dihadapan mereka.
Seorang mahasiswa dari IAIN Jember penasaran dengan alat musik tradisional. Dia berusaha memainkan. Namun hal itu tak bisa dilakukan meski didampingi seorang budayawan dari Lumajang.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Ma'rifatus Sholiha mengaku gagal memainkan alat musik. Padahal, mahasiswa ini mengaku secara kasat mata alat musik ini mudah. Namun dirinya gagal memainkannya.
"Lumajang memiliki banyak hal yang menarik. Saya senang bisa mencoba bermain gamelan, gong, kenon namun saya tidak berhasil memainkannya," ujar perempuan 23 tahun itu.
Acara ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengenal lebih dalam tentang alat musik tradisional yang ada di Lumajang.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
"Semoga kedepannya lumajang semakin maju," Ujar Siti Aisyah pengunjung asal Probolinggo.
Kabid Pemasaran Dispabud, Agni Megantrah mengaku, antusias para seniman di Lumajang untuk even kali ini sangat luar biasa. Mereka sangat ingin berpartisipasi dan unjuk kebolehan.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
"Even ini memang momentum yang tepat bagi seniman Lumajang unjuk kemampuan di ribuan pengunjung," paparnya. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi