Lumajang (lumajangsatu.com) - Di event Loemadjang Djadoel, ribuan pengunjung bisa memainkan alat musik jaman dahulu secara langsung. Alat musik yang jarang mereka mainkan sehari-hari kini hadir dihadapan mereka.
Seorang mahasiswa dari IAIN Jember penasaran dengan alat musik tradisional. Dia berusaha memainkan. Namun hal itu tak bisa dilakukan meski didampingi seorang budayawan dari Lumajang.
Baca juga: Sukan S.H., M.Pd Terpilih Jadi Ketua PD-IPARI Lumajang Periode 2026-2030
Ma'rifatus Sholiha mengaku gagal memainkan alat musik. Padahal, mahasiswa ini mengaku secara kasat mata alat musik ini mudah. Namun dirinya gagal memainkannya.
"Lumajang memiliki banyak hal yang menarik. Saya senang bisa mencoba bermain gamelan, gong, kenon namun saya tidak berhasil memainkannya," ujar perempuan 23 tahun itu.
Acara ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengenal lebih dalam tentang alat musik tradisional yang ada di Lumajang.
Baca juga: DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lumajang Tahun Anggaran 2025
"Semoga kedepannya lumajang semakin maju," Ujar Siti Aisyah pengunjung asal Probolinggo.
Kabid Pemasaran Dispabud, Agni Megantrah mengaku, antusias para seniman di Lumajang untuk even kali ini sangat luar biasa. Mereka sangat ingin berpartisipasi dan unjuk kebolehan.
Baca juga: DPRD Lumajang Selesaikan Pembahasan LPJ Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
"Even ini memang momentum yang tepat bagi seniman Lumajang unjuk kemampuan di ribuan pengunjung," paparnya. (ind/ls/red)
Editor : Redaksi