Lumajang (lumajangsatu.com) - Hujan abu vulkanik dari gunung Bromo mulai dikhawatirkan mengganggu kesehatan warga Argosari Kecamatan Senduro. Para siswa-siswi SDN 01 Argosari mulai diminta memakai masker, karena hujan abu masih terus berlanjut.
Santosa S.Pd, Kepala Sekolah SDN 01 Argosari yang juga relawan BPBD Kabupaten Lumajang memberikan masker kepada siswanya. Hal itu dilakukan agar para siswa tidak mengalami gangguan pernafasan akibat abu vulkanik gunung Bromo.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
"Kita berikan masker kepada siswa-siswi kami. Kami minta mereka memakai masker saat diluar ruangan karena hujan abu vulkanik masih terus berlajut," ujar Santosa, Senin (25/03/2019).
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Sementara itu, Ismaida salah seorang warga Argosari menyatakan hujan abu vulkanik mulai dikhawatirkan akan mengganggu pertanian. Jika abu vulkanik yang menempel di dedaunan tidak dibersihkan, maka akan mengakibatkan tanaman mati.
"Kalau hujan deras bagus mas, tapi kalau hanya hujan rintik-rintik maka abu vulkanik akan semakin lengket di daun," jelasnya.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Yang paling merasakan dampak abu vulkanik adalah petani kentang. Tanaman kentang sangat rawan mati jika terkena abu vulkanik, terlebih lagi jika masih kecil. "Jika masih kecil potensi gagal panen sangat besar," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi