Plt Bupati Lumajang Teruskan Program Sjharazad Masdar Ziarah ke Situs Biting

Penulis : lumajangsatu.com -
Plt Bupati Lumajang Teruskan Program Sjharazad Masdar Ziarah ke Situs Biting
Lumajang(Lumajang satu.com)-Acara ziarah tahunandi pemakaman Arya Wiraraja di desa Biting Kutorenon, Sabtu (14/12/2014), yang dilakukan oleh bapak Plt Bupati Lumajang, As'at Malik, tanpa ditemani Sjharazad Masdar yang sedang sakit. Meski tanpa teman, sahabat dan kawannya itu, Plt Bupati tetap mengelar acara ziara dengan khidmat

"Acara ini adalah acara lanjutan untuk setelah kunjungan bapak bupati ke pemakaman biting, sekaligus juga dalam memperingati acara Harjalu, karena di situs biting ini ada makam pendiri Lumajang, makam Arya Wiraraja"  ujar As'at

Pantauan Lumajangsatu, acara hari ini berjalan lancar dan khidmat, seluruh anggota Dewan, Muspida dan yang lain mengikuti acara dari awal sampe akhir.

"Disitus ini fasilitas yang belum ada itu mck dan listrik, sehingga peziarah yang mau k kamar mandi masih harus ke mushollah depan makam dan untuk listrik masih numpang d listrik lampu jalan"  sugio wakil ketua pengurus makam

"Dalam rangka Harjalu kita berziarah k makam pendiri lumajang Arya Wiraraja, dan nanti malam ada penampilan sanggar tari yang ada kaitanya dengan Arya Wiraraja", pria murah senyum ini.
 
Ziara ke Situs Biting petilasan Arya Wiraraja dipelopori oleh Bupati Sjahrazad Masdar. Bahkna, Beliau kedepan acara ziara ke Situs Biting tetap dilakukan oleh siapapun pemimpin Lumajang. Pasalnya, Situs Biting adala peradaban terbesar bagi Kabupaten Lumajang. Lekas Sembuh pak Sjahrazad Masdar, rakyat Lumajang rindu Jenengan. (ira/ls/red)

Editor : Redaksi

1 Wisatawan Rp. 3.000

Akhirnya Wisata Kalipinusan Poncosumo Sumberwuluh Lumajang Terapkan Tiket Masuk Perkepala

Lumajang – Setelah viral dengan branding wisata alam dengan  hutan pinus di kaki Semeru dan terkenal dengan wisata murah, kini pengelola wisata Kalipinusan Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, resmi memberlakukan tarif masuk sebesar Rp 3.000 per orang mulai 1 April 2025 kemarin. Keputusan ini didasarkan pada perjanjian kerja sama (PKS) antara pihak pengelola dengan Perhutani, sebagaimana tertuang dalam Surat PKS No 03/PKS/BO/DIVREJATIM/2025.