Musibah

Lapak Pasar Krai Roboh, Wabup Lumajang Turun Langsung Temui Pedagang

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan pedagang serta menyiapkan langkah relokasi sementara agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan
Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan pedagang serta menyiapkan langkah relokasi sementara agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan

Lumajang  – Musibah robohnya bangunan lapak di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, tak hanya meninggalkan luka fisik bagi tiga pedagang, tetapi juga bayang-bayang terhentinya mata pencaharian. Di tengah kepanikan dan kecemasan para pedagang, Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat menegaskan keberpihakannya.

 

Pemkab Lumajang memastikan para pedagang terdampak tidak dibiarkan terpuruk. Relokasi sementara pun disiapkan agar aktivitas jual beli tetap hidup dan dapur para pedagang tetap mengepul.

 

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa langkah relokasi bukan sekadar respons darurat, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di saat rakyat kecil menghadapi cobaan.

 

“Pedagang tidak boleh kehilangan penghidupan hanya karena musibah ini. Untuk sementara, mereka akan kami relokasikan agar tetap bisa berjualan,” tegas Mas Yudha saat meninjau langsung lokasi Pasar Krai, Selasa (20/1/2026).

 

Bangunan pasar di bagian tengah Pasar Krai yang dibangun pada 2019 menjadi solusi sementara. Selama ini, area tersebut ditempati pedagang sayur yang aktivitasnya relatif sepi, mengingat Pasar Krai merupakan pasar mingguan dengan dominasi pedagang pakaian, alat pertanian, dan hewan ternak.

 

“Pedagang sayur tidak terlalu banyak di sini. Lokasi itu bisa dimanfaatkan sementara untuk menampung pedagang yang terdampak,” jelasnya.

 

Di balik puing lapak yang roboh, Pemkab Lumajang menaruh perhatian besar pada satu hal krusial: keberlanjutan hidup para pedagang. Mas Yudha menegaskan, negara tidak boleh absen saat warganya menghadapi masa sulit.

 

“Yang paling penting, mereka tetap bisa mencari nafkah. Pemerintah harus hadir, bukan hanya saat krisis, tapi memastikan rakyatnya bisa bangkit dan bertahan,” ujarnya dengan nada tegas.

 

Tak berhenti pada relokasi, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap pedagang terdampak, sekaligus menyiapkan langkah lanjutan agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan aman dan layak. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan perlindungan sosial dan ekonomi bagi pelaku usaha kecil di pasar rakyat.

 

Dengan kebijakan relokasi sementara ini, Pemkab Lumajang berharap denyut ekonomi Pasar Krai tetap berdetak. Lebih dari itu, pemerintah ingin menjaga kepercayaan pedagang bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah. Keselamatan dan keberlangsungan ekonomi rakyat kecil, ditegaskan Mas Yudha, akan selalu menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pascabencana (Red).