Selamatkan Masa Depan Generasi Bangsa
41 Anak Penderita Jantung Bawaan di Lumajang Jalani Pemeriksaan Skrining Bersama RS Siti Khotidjah Sepanjang
Lumajang – Sebanyak 41 anak penderita kelainan Jantung Bawaan (PJB) di Kabupaten Lumajang mendapatkan perhatian khusus dan penanganan medis melalui kegiatan skrining kesehatan yang digelar oleh komunitas Adventur Makelar Surga (AMS) Lumajang, bekerja sama dengan Rumah Sakit Siti Khotidjah Sepanjang. Kegiatan bakti sosial kesehatan ini dilaksanakan di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Sabtu (23/05/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk menyelamatkan detak jantung anak-anak Lumajang. Berdasarkan data yang dihimpun AMS, tercatat setidaknya ada 260 pasien penderita kelainan jantung bawaan yang tersebar di 21 kecamatan se-Kabupaten Lumajang. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen di antaranya berasal dari keluarga prasejahtera yang kerap mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan dan penanganan medis yang memadai.
Melalui kegiatan ini, tim medis dari RS Siti Khotidjah Sepanjang hadir langsung untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 41 anak yang telah terdata. Para relawan AMS terus mendampingi proses kegiatan guna memastikan setiap langkah pengobatan dan perawatan bagi anak-anak penderita jantung bawaan dapat berjalan lancar, terjaga, dan berkelanjutan.
Ketua AMS Lumajang Niken Susanti, menyampaikan pesan kepada seluruh orang tua yang anaknya mengidap penyakit ini agar tetap tabah dan sabar dalam menjalani proses perawatan.
"Kami meminta kepada seluruh orang tua anak penderita jantung bawaan untuk tetap bersabar dan tekun dalam melakukan perawatan. Dukungan keluarga sangat besar pengaruhnya agar anak-anak kita bisa pulih, sehat, dan beraktivitas normal kembali," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, DR. Muhammad Hamdan, dr. Sp.S(K), selaku Direktur Holding AUMKES PCM Sepanjang menjelaskan betapa pentingnya deteksi dini terhadap kelainan jantung pada anak. Menurutnya, penanganan yang terlambat dapat berdampak serius terhadap masa depan sang anak.
"Kelainan jantung pada anak harus dilakukan deteksi dini. Jika diabaikan, kondisi ini akan sangat mengganggu proses tumbuh kembang fisik maupun kecerdasan anak ke depannya," tegas Dr. Hamdan.
Ia juga memaparkan sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya kelainan jantung bawaan, di antaranya adalah faktor genetik atau keturunan, adanya infeksi yang diderita ibu saat masa kehamilan, serta kebiasaan buruk ibu hamil seperti mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.
Secara medis, ada sejumlah tanda awal yang bisa dikenali orang tua, seperti warna kulit di beberapa bagian tubuh tampak membiru, pertumbuhan badan yang melambat atau terhambat dibanding anak seusianya, serta anak sering terlihat kelelahan atau napas terengah-engah meski hanya beraktivitas ringan.
Dr. Hamdan menambahkan, penanganan medis disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit masing-masing pasien. "Penderita jantung bawaan memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Ada yang memerlukan tindakan medis segera, namun ada juga yang cukup dengan pengobatan dan perawatan rutin. Semua disesuaikan dengan kondisi medis.
Sementara itu, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak RS Siti Khotidjah Sepanjang yang telah hadir dan peduli membantu penanganan anak-anak Lumajang.
Menurut Indah, jumlah kasus anak dengan kelainan jantung di Lumajang cukup banyak. Hal ini menjadi perhatian karena selama ini Kabupaten Lumajang belum memiliki dokter spesialis jantung anak sendiri. Kehadiran tim medis dari luar daerah yang datang langsung ke lokasi sangat membantu mempermudah akses pemeriksaan bagi warga.
"Di Lumajang, kasus kelainan jantung bawaan cukup banyak ditemukan. Kami berusaha mengumpulkan mereka dalam satu komunitas agar bisa saling menguatkan, berbagi semangat, dan berjuang bersama untuk kesembuhan serta kehidupan yang normal kembali," ungkap Indah.
"Karena di daerah kita belum ada dokter spesialis jantung anak, kehadiran dokter dari RS Siti Khotidjah ini sangat kami harapkan. Mereka datang langsung ke Lumajang memeriksa 41 anak ini, ini sangat meringankan beban kami," tambahnya.
Indah juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak perlu takut atau ragu untuk memeriksakan dan mengobati anaknya. Berdasarkan data medis, persentase kesembuhan anak penderita jantung bawaan dengan penanganan yang tepat sangatlah besar dan menggembirakan.
"Jangan takut untuk berobat. Yakinlah, persentase anak yang sembuh dan pulih kembali itu sangat banyak. Mari kita berikan kesempatan terbaik bagi masa depan anak-anak Lumajang agar terbebas dari kelainan jantung dan tumbuh sehat sempurna," pungkasnya.
Kegiatan skrining ini menjadi langkah awal yang baik dalam pemetaan kesehatan anak di Lumajang, sekaligus membuka harapan baru bagi puluhan keluarga yang menanti kesembuhan buah hatinya.(Red)
Editor : Redaksi