Kopdes
KDMP Lumajang Disiapkan Jadi Rantai Pasok Kebutuhan Masyarakat Desa
LUMAJANG — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lumajang disiapkan bukan sekadar menjadi bangunan koperasi di tingkat desa. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi bagian penting dari rantai pasok barang dan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendukung distribusi barang subsidi hingga ke desa.
Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., mengatakan KDMP memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat apabila dikelola secara serius dan didukung dengan kesiapan operasional yang memadai.
Menurutnya, KDMP dapat mengambil peran sebagai salah satu mata rantai pasok barang yang dibutuhkan masyarakat desa. Dengan demikian, koperasi tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang bisa dirasakan warga.
“KDMP ini sebagai rantai pasok barang subsidi, sehingga bisa semakin membantu masyarakat di desa,” ujar Anton.
Di Kabupaten Lumajang, pembangunan KDMP saat ini masih berlangsung. Tahapan tersebut dinilai menjadi momentum untuk memastikan seluruh kebutuhan pendukung telah dipersiapkan sebelum koperasi mulai beroperasi.
Anton menegaskan, kesiapan KDMP tidak cukup hanya dilihat dari berdirinya bangunan. Berbagai fasilitas penunjang hingga sumber daya manusia harus tersedia agar ketika diluncurkan, koperasi dapat langsung menjalankan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Tidak akan di-launching kalau tidak lengkap, seperti WiFi, kasir, CCTV, personel. Itu harus siap, sehingga ketika di-launching bisa langsung berjalan dan tidak mangkrak,” tegasnya.
Menurut Anton, kelengkapan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang operasional KDMP. Sistem kasir dibutuhkan untuk pelayanan dan transaksi, CCTV mendukung pengawasan, sementara jaringan internet dan personel menjadi bagian dari kebutuhan operasional sehari-hari.
Kesiapan sejak awal dinilai penting agar keberadaan KDMP tidak berhenti pada pembangunan fisik. Setelah diresmikan, koperasi harus mampu beraktivitas dan memberikan pelayanan secara berkelanjutan.
Terlebih, jika KDMP diarahkan menjadi rantai pasok kebutuhan masyarakat desa, maka keberlangsungan operasional menjadi faktor penting. Koperasi harus mampu memastikan fungsi distribusi berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Anton berharap proses pembangunan KDMP di Lumajang terus diikuti dengan persiapan pengelolaan yang matang. Dengan begitu, ketika seluruh fasilitas telah tersedia dan koperasi diluncurkan, KDMP dapat langsung bekerja sesuai fungsi yang diharapkan.
“Harapannya tentu bisa membantu masyarakat di desa. Jangan sampai sudah diluncurkan, tetapi belum siap dan akhirnya mangkrak,” ujarnya.
Bagi masyarakat desa, kehadiran KDMP diharapkan tidak sekadar menambah jumlah bangunan atau lembaga ekonomi baru. Lebih jauh, koperasi tersebut dituntut mampu menjadi bagian dari sistem distribusi barang yang efektif sekaligus memberikan kemudahan akses terhadap kebutuhan masyarakat.
KDMP Lumajang kini masih dalam tahap pembangunan. Tantangannya bukan hanya menyelesaikan bangunan, tetapi memastikan ketika pintu koperasi dibuka, pelayanan dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat desa (Red).
Editor : Redaksi