Kesehatan

Mahasiswa KKN STKIP PGRI Lumajang Turun Tangan Cegah Stunting di Kedungmoro

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Edukasi Gizi hingga Pola Asuh Digencarkan, Orang Tua Diajak Lebih Peduli Tumbuh Kembang Anak
Edukasi Gizi hingga Pola Asuh Digencarkan, Orang Tua Diajak Lebih Peduli Tumbuh Kembang Anak

Lumajang  – Ancaman stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius. Berangkat dari persoalan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PGRI Lumajang turun langsung ke tengah masyarakat Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, untuk menggelar edukasi pencegahan stunting pada 10–13 Agustus 2026.

 

Tak sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi upaya membangun kesadaran orang tua bahwa pencegahan stunting dimulai dari hal-hal sederhana, terutama pemenuhan gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

 

Berkolaborasi dengan Posyandu Desa Kedungmoro, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, pentingnya asupan zat besi, hingga kebersihan lingkungan. Para orang tua juga diajak memahami bahwa kecukupan nutrisi dan pola hidup bersih memiliki peran penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan pada anak.

 

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kebiasaan makan anak. Tidak sedikit orang tua menghadapi tantangan ketika anak sulit mengonsumsi sayur maupun ikan. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman tentang variasi pengolahan makanan agar menu bergizi dapat disajikan lebih menarik dan mudah diterima anak.

 

Edukasi juga menyentuh kebiasaan dasar yang kerap dianggap sepele, seperti mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan diri. Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk mencegah penyakit yang berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi dan pertumbuhan anak.

 

Berdasarkan evaluasi rekapitulasi data gizi Posyandu Desa Kedungmoro, terdapat perbandingan kondisi kasus stunting antara Desember 2025 dan Juli 2026. Secara umum, jumlah anak yang terindikasi stunting relatif stabil, dengan rata-rata sekitar delapan anak di setiap dusun.

 

Pihak bidan desa menyebut salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah mengoptimalkan kenaikan berat badan balita secara berkala. Pemenuhan kebutuhan gizi yang belum sepenuhnya stabil menjadi salah satu persoalan yang perlu terus mendapat perhatian.

 

Karena itu, upaya menekan stunting tidak bisa dibebankan kepada satu pihak. Tenaga kesehatan, pemerintah desa, keluarga, mahasiswa, hingga masyarakat harus bergerak dalam satu langkah. Peran orang tua menjadi kunci, terutama dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui layanan Posyandu.

 

Melalui program KKN tersebut, mahasiswa STKIP PGRI Lumajang berharap kesadaran masyarakat Desa Kedungmoro terhadap pencegahan stunting semakin meningkat. Sebab, mencegah stunting bukan hanya soal memastikan anak kenyang hari ini, melainkan memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik (Red).