Sumbersuko - Kasus tenggelamnya Saiurrahman (22) warga Desa Dorogowok Kecamatan Kunir, pihak pengelola pamandian angkat bicara. Pihak pengelola menampik jika pengelola lalai dalam menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung.
Pihak pengelola wisata sudah menempatkan tiga orang petugas untuk melakukan pengawasan pengunjung. Para pengunjung pemandin juga diingatkan agar tidak mandi ketengah, karena kolam Selokambang sangat dalam.
Baca juga: Kedungjajang Akan Kenalkan Sejarah Singo Wiguno, Patih Pertama Lumajang di Karnaval Kabupaten
"Safety gatenya ada tiga untuk menjaga para pengunjung," ujar Nur Wahid, koordintor pengelola pemandian alam Selokambang, Rabu (04/12/2019).
Baca juga: Lailatul Ijtima' Jadi Momentum Istimewa, Kader NU Lumajang Munajat Jelang Muktamar ke-35
Menurutnya, kedua rekan korban sudah tidak memperbolehkan korban untuk mandi duluan karena tidak bisa berenang. Kedua teman korban mengira korban keluar, karena saat dicari disekitar pemandian tidak ditemukan.
Baca juga: Lailatul Ijtima' NU Lumajang, Tradisi yang Terus Hidup dari Cabang hingga Ranting
Setelah kedua rekan korban mandi di area seluncuran, manemukan tubuh korban berada di dasar kolam. Pihak pengelola mencoba menyelamatkan, namun nyawa korban tidak tertolong akibat terlalu lama di dalam air. "Langsung kita tolong tapi sudah terlambat," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi