Sumbersuko - Kasus tenggelamnya Saiurrahman (22) warga Desa Dorogowok Kecamatan Kunir, pihak pengelola pamandian angkat bicara. Pihak pengelola menampik jika pengelola lalai dalam menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung.
Pihak pengelola wisata sudah menempatkan tiga orang petugas untuk melakukan pengawasan pengunjung. Para pengunjung pemandin juga diingatkan agar tidak mandi ketengah, karena kolam Selokambang sangat dalam.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
"Safety gatenya ada tiga untuk menjaga para pengunjung," ujar Nur Wahid, koordintor pengelola pemandian alam Selokambang, Rabu (04/12/2019).
Baca juga: Bapemperda DPRD Lumajang Matangkan Naskah Akademik Raperda Pengembangan Koperasi
Menurutnya, kedua rekan korban sudah tidak memperbolehkan korban untuk mandi duluan karena tidak bisa berenang. Kedua teman korban mengira korban keluar, karena saat dicari disekitar pemandian tidak ditemukan.
Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Hadiri HPN 2026: Pers Adalah Pilar Transparansi Pembangunan
Setelah kedua rekan korban mandi di area seluncuran, manemukan tubuh korban berada di dasar kolam. Pihak pengelola mencoba menyelamatkan, namun nyawa korban tidak tertolong akibat terlalu lama di dalam air. "Langsung kita tolong tapi sudah terlambat," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi