Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang ingin memberikan pelayanan kesehatan terbaik pada warganya. Salah satunya dengan melengkapi sarana kesehatan dengan satu desa sastu ambulace.
Namun, niat baik tersebut tidak semuanya gayung bersambut dari desa. Masih banyak ambulance desa yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya. Bahkan, pernah ada kejadian ambulance desa dibuat mengangkut sapi curian.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang sudah membuat junis penggunaan ambulance desa. Sesuai juknis, ambulance desa hanya bisa digunakan untuk lima hal. Yakni :
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
1. Pelayanan rujukan yang meliputi persalinan, kehamilan, kesakitan dan kegawatdaruatan kesehatan.
2. Pelayanan Kejadian Luar Biasa (KLB) bidang ksehata dan kebencanaan (kegawatdaruratan kesehatan).
3. Pelayanan promosi kesehatan (misalnya penyuluhan kesehatan, posyandu, kelas ibu).
4. Pelayanan surveilence penyakit, gizi, dan lingkungan sesuai jadwal dan kasus yang terjadi.
5. Pelayanan kesehatn yang bersifat khusus, misalnya khitanan masal, safari KB-Kes, Jambore Kader dan lainnya sesuai jadwal program.
"Ambulance desa tidak bisa digunakan untuk antar orang sakit ke luar kota, karena bukan ambulance rumah sakit," ujar Hj. Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang, Jum'at (31/01/2020).
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Untuk kasus ambulance desa yang diamankan di Polres Sampang Madura, pemerinath telah memerintahkan Dinkes dan Kecamatan untuk melakukan kroscek. Pemerintah tidak ingin fasiltas negara tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai peruntukan apalagi untuk kejahatan.(Yd/red)
Editor : Redaksi