Tempursari - Para nelayan di TPI Tempursari tidak lagi melaut karena angin dan ombak besar. Para nelayan hanya mengisi waktu kosong dengan memperbaiki parhu dan jaring untuk melaut.
Agung, salah seorang nelayan TPI Tempursari mengaku tiga hari tidak melaut dengan pertimbangan keselamatan. Saat ini, hasil tangkap juga tidak begitu banyak, bahkan hasil penjualan ikan hanya cukup membeli BBM.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
"Kadang hanya dapat uang 60 ribu mas," ujar Agung kepada Lumajangsatu.com Kamis (14/05/2020).
Baca juga: Jelang Operasi Jantung di India, Bupati Lumajang Beri Semangat untuk Arga
Hasil 60 ribu untuk membeli BBM 40 ribu dan tersisa 20 ribu dibagi dua orang. Sebab, sekali melaut dalam satu perahu ada dua nelayan. "Ikannya sedikit mas, kita juga tidak bisa melaut agak jauh karena anginnya besar," paparnya.
Jika lagi mujur, satu kali melaut bisa dapat uang 500 ribu rupiah. Biasanya, para nelayan turun ke laut sekitar pukul 04.00 wib dan pulang pukul 12.00 wib. "Kita berangkat pagi mas, siang kita sudah pulang," terangnya.
Baca juga: Polsek Kunir Kenalkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Sasar Siswa Kelas IX SMPN 1 Kunir
Saat ini, kondisi TPI Tempursari sudah rusak akibat abrasi yang terjadi bertahun-tahun. Padahal, TPI Tempursari pernah jadi salah satu wisata andalan Kabupaten Lumajang dengan keindahan cemara udang dan kuliner ikan bakarnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi