Sempat Terlambat Opera

Cak Thoriq Tinjau Operasi Perdana PT. IDS Terima Tembakau Petani

lumajangsatu.com
Bupati Lumajang cek operasi PT.IDS menerima tembakau masyarakat.

Lumajang - Bupati Lumajang Thoriqul Haq, meninjau operasi perdana perusahaan tembakau PT IDS yang lambat, Senin (28/09/2020). Akibatnya, tembakau petani sempat menumpuk dirumahnya.

Thoriq mengungkapkan bahwa sempat ada laporan dari para petani yang mengeluhkan mengenai lambatnya operasi PT IDS, yang membuat hasil panen tembakau dari petani belum terbeli.

Baca juga: Buruh Tani dan Buruh Pabrik Tembakau di Lumajang Digelontor BLT 8,5 Miliar Rupiah

"PT IDS ini, adalah perusahaan kemitraan dengan petani tembakau yang ada di kabupaten lumajang. Terutama rajangan kasturi,"ungkap Thoriq.

Dari laporan para petani Thoriqul Haq melakukan musyawarah dengan PT IDS. "Hari ini sudah dibuka, artinya jika PT IDS sudah beroperasi, hasil panen petani tembakau rajangan kasturi sudah di beli oleh PT IDS,"jelasnya.

Baca juga: BLT DBHCHT Bagi Buruh Pabrik dan Buruh Tani Tembakau Lumajang Disalurkan Bulan Desember

Cak Thoriq tetap yakin bahwa model kemitraan petani dengan perusahaan tembakau merupakan ikatan yang saling menguntungkan dan harus dikuatkan. Hal tersebut diyakini dari banyaknya kejadian di kota lain, hasil pertanian tidak terbeli.

"Petani dengan kemitraan terjamin pembelianya. PT IDS bisa menjamin stoknya dalam waktu pertahun, sehingga distribusi hasil tembakau betul-betul dalam satu jaminan kebersamaan,"jelasnya.

Baca juga: Hingga Tutup Tahun 2024, Pemerintah Lumajang Optimis Serapan DBHCHT Bisa Optimal

Ditanya mengenai harga tembakau PT. IDS Cak Thoriq mengungkapkan bahwa saat ini petani tembakau tidak untung seperti tahun sebelumnya.

"Kita mengerti dan memahami bahwa, saat ini kondisi ekonomi semua produksi stagnan, tetapi bahwa saya berkeinginan harus saling menguntungkan. Petani mungkin tidak berada pada situasi untung sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,btetapi masih ada selisih bagi petani atas hasil panen tembaku saat ini,"pungkasnya. (Oky/ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru