Lumajang - Askab PSSI Kabupaten Lumajang mencabut larangan Bon pemain luar kota dalam turnamen saat acara Kongres tahun Askab PSSI. Namun, bon pemain dari luar kota maksimal 3 pemain dan sisanya harus menggunakan pemain lokal.
Setiap turnamen sepak bola yang digelar, penyelenggara adalah club yang terdaftar dibawah naungan Askab PSSI Lumajang. "Ada dua keputusan penting yang dihasilkan dalam kongres tahunan Askab PSSI Kabupaten Lumajang yang digelar Sabtu lalu," ujar H. Thoriq, Ketua Askab PSSI Kabupaten Lumajang, Selasa (03/11/2020).
Baca juga: Lumajang Matangkan Persiapan Segoro Topeng Kaliwungu 2026, Siap Hadirkan Pagelaran Budaya Berkesan
Panitia turnamen harus club anggota Askab PSSI, agar lebih mudah dalam pengawasan dan juga pemberian sanksi jika ada pelanggaran. Sebab, Askab PSSI tidak bisa memberi sanksi pemain luar kota. "Ini adalah bentuk pembinaan juga," paparnya.
Baca juga: Bupati Lumajang: SDM Unggul Jadi Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Askab PSSI Lumajang hanya bisa menggelar kompetisi usia 13 dan 15 saja. Sehingga turnamen menjadi solusi agar gairah sepak bola tetap bergelora. "Kita hanya bisa menggelar kompetisi U-13 dan U-15 saja, untuk senior Askab tidak bisa menggelar kompetisi," imbuhnya.
Baca juga: DPRD Lumajang Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Soal Keberlanjutan Program MBG
Saat ini, PSSI Kabupaten Lumajang sedang mempersipkan para pemain sepak bola untuk Porprov Jatim 2022. Kabupaten Lumajang akan menjadi tuan rumah bersama Jember, Situbondo dan Bondowoso.(Yd/red)
Editor : Redaksi