Kedungjajang - Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengaku sering dipaido (dicela) karena banyak jalan rusak. Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, namun terkendala oleh covid 19.
Penanganan covid 10 terus dilakukan dan pembangunan infrastruktur juga harus berjalan. Meskipun tidak bisa maksimal, karena banyak anggaran yang terserap untuk penanganan Covid 19.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Pengawasan TMMD ke-129, Pastikan Program Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
"Sakiki-iki rek, Saya, Wakil Bupati dan Ketua DPRD dipaido wong Ranuyoso, dipaido wong Tempursari. Kerena faktanya jalan rusak," ujar cak Thoriq usai mendegarkan catatan strategis LKPJ tahun 2021 di gedung DPRD Lumajang, Senin (10/05/2021).
Baca juga: Patroli Siang di Gucialit, Polisi Sisir Titik Rawan dan Lokasi Wisata
Pemerintah Lumajang terus melakukan berbagai upaya agar program prioritas dan kebutuhan mendesak masyarakat bisa terpenuhi. Pemkab Lumajang juga mengajukan anggaran kepada Kementrian Keuangan program percepatan ekonomi nasional (PEN).
Baca juga: Tiga Orang Diamankan, Empat Terduga Lain Masih Diburu dalam Kasus Rp1 Miliar
"Kita berharap ada intervensi dari pemerintah pusat, saat ini kita sedang ajukan dana PEN," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi