Kedungjajang - Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengaku sering dipaido (dicela) karena banyak jalan rusak. Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, namun terkendala oleh covid 19.
Penanganan covid 10 terus dilakukan dan pembangunan infrastruktur juga harus berjalan. Meskipun tidak bisa maksimal, karena banyak anggaran yang terserap untuk penanganan Covid 19.
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
"Sakiki-iki rek, Saya, Wakil Bupati dan Ketua DPRD dipaido wong Ranuyoso, dipaido wong Tempursari. Kerena faktanya jalan rusak," ujar cak Thoriq usai mendegarkan catatan strategis LKPJ tahun 2021 di gedung DPRD Lumajang, Senin (10/05/2021).
Pemerintah Lumajang terus melakukan berbagai upaya agar program prioritas dan kebutuhan mendesak masyarakat bisa terpenuhi. Pemkab Lumajang juga mengajukan anggaran kepada Kementrian Keuangan program percepatan ekonomi nasional (PEN).
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
"Kita berharap ada intervensi dari pemerintah pusat, saat ini kita sedang ajukan dana PEN," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi