Tempeh - Anomali cuaca yang tak menentu membuat Padang savana di Pandawangi Kecamatan Tempeh teremdam air. Genangan berasal dari air hujan dan air laut pasang sehingga menggenangi hamparan rerumputan dan lahan pertanian warga.
Abdul Rahman Saleh, anggota DPRD Lumajang menginformasikan bahwa banjir genangan pada tanggal 03 Agustus 2021 adalah terparah dalam beberapa tahun terakhir. "Ini yang terparah mas dalam beberapa tahun terkahir," ujar Rahman kepada Lumajangsatu.com, Selasa (03/08/2021).
Baca juga: Mudik Gratis 2026, Pemkab Lumajang Prioritaskan Keselamatan Warga
Air laut pasang sebenarnya tidak naik lewat gundukan pasir, tapi meresap dari bawah. Kondisi padang savana yang lebih rendah, mengakibatkan genangan air tidak cepat surut. "Kalau parah seperti ini biasanya berdampak pada lahan pertanian," jelas politisi PKB itu.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
Genangan air biasanya juga merusak lahan pertanian semangka di Desa Pandanwagi. Hal itu membuat para petani merugi, karena jika umur semangka masih dibawah 25 hari bisa gagal panen. "Musim penghujan lalu banyak lahan semangka milik petani rusak akibat air laut pasang," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi