Jadi Langganan Kekeringan

Meski Masih Musim Hujan, Desa Dadapan Lumajang Mulai Krisis Air Bersih

lumajangsatu.com
Warga di Desa Dadaan Kecamatan Gucialit didroing kabutuhan air bersih oleh BPBD Lumajang

Gucialit - Masyarakat Dusun Karangrejo Desa Dadapan Kecamatan Gucialit keluhlan masalah krisis air bersih lantaran sumber di tempat tersebut mengecil. BPBD Kabupaten Lumajang mulai melakukan antisipasi bencana kekeringan dan kriris air bersih walupun sekarang masih memasuki musim penghujan. Rabu, (20/10/2021).

Terkait hal ini, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, pihaknya setiap hari mengirimkan air bersih dengan mengerahkan 4 armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. "Air didistribusikan ke tempat yang krisis air," kata Wawan

Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029

Dia juga mengatakan bahwa dari prediksi BMKG musim penghujan ini mulai bulan Agustus hingga November namun di Lumajang sumber mata airnya mengecil, faktornya pun tidak diketahui. "Terkait dengan penyebab sumber mengecil itu kami belum tau penyebabnya Mbak," kata Wawan ketika dihubungi Tim Lumajangsatu.com.

Baca juga: Charles Meikyansah Dorong Pelibatan Guru Ngaji dalam Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Pencegahan Stunting

Pihaknya juga melakukan droping air ke 7 Kecamatan mulai tanggal 14 Oktober hingga 24 Desember 2021. Adapun kecamatan yang mengalami krisis air bersih yaitu Gucialit, Padang, Kedungjajang, Randuagung, Klakah, Ranuyoso dan Lumajang.

Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP

Sebenarnya di Kecamatan Lumajang hanya ada dua desa yang mengalami krisis air bersih, dikarenakan tanggul Dam Gambiran jebol akibat banjir waktu lalu. "Di Desa Blukon dan di Desa Boreng yang terdampak Mbak, untuk wilayah Kecamatan Lumajang," tutup dia.(Ind/yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru