Pronojiwo - Kabar hilangnya, Mbok Bunari, sosok tokoh sentral masyarakat Dusun Curah Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo dalam hal situasi bahaya Gunung Semeru masih belum diketahui. Dia saat kejadian masih berada di kebunnya.
"Mbok Bunari ini tokoh sentral yang dipercaya masyarakat mengenai Semeru bahaya atau tidak," kata Purn. Peltu Sugianto, SAR Senior Lumajang pada lumajangsatu.com.
Baca juga: Api Mengamuk di Blok Sentong TNBTS, Petugas Gabungan Berjibaku Selama Tiga Jam
Masih kata dia, jadi Mbok Bunari ini sebagai penanda, apakah Semeru berbahaya atau tidak. Saat ada banjir lahar atau awan panas sebelumnya.
Baca juga: Lailatul Ijtima' Jadi Momentum Istimewa, Kader NU Lumajang Munajat Jelang Muktamar ke-35
"Warga waktu itu tenang, karena Mbok Bunari tidak turun dari kediamannya," jelasnya.
Mbok Bunari memiliki tempat tinggal paling barat dan dekat dengan puncak Semeru. Ada warga yang mengetahui saat peristiwa kelam itu, Bunari sedang berada di ladanganya saat hujan mengguyur.
Baca juga: Lailatul Ijtima' NU Lumajang, Tradisi yang Terus Hidup dari Cabang hingga Ranting
"Kita masih mencari keberadaan beliau, jika sudah menjadi korban awan panas Semeru," Suagianto.
Selain Mbok Burani diduga jadi korban Awan Panas Guguran Semewu. Tim SAR juga mencari penambang pasir yang juga jadi korban saat beraktifitas di lokasi penambangan pasir di atas Dusun Curah Kobokan. (har/red)
Editor : Redaksi