Pronojiwo - Kabar hilangnya, Mbok Bunari, sosok tokoh sentral masyarakat Dusun Curah Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo dalam hal situasi bahaya Gunung Semeru masih belum diketahui. Dia saat kejadian masih berada di kebunnya.
"Mbok Bunari ini tokoh sentral yang dipercaya masyarakat mengenai Semeru bahaya atau tidak," kata Purn. Peltu Sugianto, SAR Senior Lumajang pada lumajangsatu.com.
Baca juga: Mudik Gratis 2026, Pemkab Lumajang Prioritaskan Keselamatan Warga
Masih kata dia, jadi Mbok Bunari ini sebagai penanda, apakah Semeru berbahaya atau tidak. Saat ada banjir lahar atau awan panas sebelumnya.
Baca juga: BPJS PBI Disesuaikan, Pemkab Lumajang Tegas: Pasien Tak Boleh Ditolak!
"Warga waktu itu tenang, karena Mbok Bunari tidak turun dari kediamannya," jelasnya.
Mbok Bunari memiliki tempat tinggal paling barat dan dekat dengan puncak Semeru. Ada warga yang mengetahui saat peristiwa kelam itu, Bunari sedang berada di ladanganya saat hujan mengguyur.
Baca juga: Dosen Unisya Teliti Warisan Budaya Pencak Sholat Lumajang, Raih Award Kementerian Kebudayaan
"Kita masih mencari keberadaan beliau, jika sudah menjadi korban awan panas Semeru," Suagianto.
Selain Mbok Burani diduga jadi korban Awan Panas Guguran Semewu. Tim SAR juga mencari penambang pasir yang juga jadi korban saat beraktifitas di lokasi penambangan pasir di atas Dusun Curah Kobokan. (har/red)
Editor : Redaksi