Lumajang - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq berkeinginan ada sistem peringatan dini (Early Warning System) Bencana di Gunung Semeru. Menurutnya dengan adanya sistem tersebut, Pemerintah Daerah bisa mengetahui akan terjadinya bencana dan memberikan informasi atau Peringatan dini pada masyarakat atas tingkatan bencana yang akan terjadi serta tindakan selanjutnya.
"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kalau bisa menambah detailling apakah alat yang bisa mengukur atau dokumentasi yang bisa melihat bahwa kemungkinan bencana dengan volume, kapasitas, kekuatan dari guguran awan panas yang menyebabkan terjadinya bencana yang harus kita antisipasi," ungkap bupati saat memberikan sambutan di acara Rapat Teknis Mitigasi Struktural dan Penguatan Early Warning System Erupsi Gunung Semeru, bertempat di Posko Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Kantor Kecamatan Pasirian, Kamis (16/12/21) malam.
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
Selanjutnya bupati berharap, jika pihak yang menangani kebencanaan memiliki standart informasi yang lebih akurat untuk peringatan dini bencana, maka Pemda. juga bisa memberitahukan kepada masyarakat akan terjadinya bencana serta dapat meminimalisir adanya korban bencana.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
"Kalau hal itu, menjadi standart kita semua sebagai peringatan, maka kita akan memiliki pikiran dan tindakan antisipasi yang lebih," harapnya.
Sementara, Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra menerangkan bahwa Rakor tersebut bertujuan untuk memberikan penyelesaian terkait penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru sejak dini, sehingga Pemerintah dapat memberikan penanganan cepat kepada masyarakat yang masuk di wilayah bencana.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
"Kita malam ini mencari solusi yang kongkrit," terangnya.(Komin/har/red)
Editor : Redaksi