Klakah - Ratusan elemen masyarakat melakukan penghijauan di Gunung Fuji Desa Papringan Kecamatan Klakah. Tema yang diusung "Merajut Kebhinnekaan Merawat Persatuan". Berbagai elemenyang hadir antara lain Ansor NU, Pemuda Pancasila, MUI, Muhamadiyah, Perhutani dan elemen masyarakat lainnya, Sabtu (05/03).
Asir, Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Bergama (FKUB) Kabupaten Lumajang dalam sambutannya mengajak masyarakat JANGAN RADIKAL PADA LINGKUNGAN. Radikal kata Asir bukan hanya terbatas pada aspek agama dan sosial yang selama ini didengungkan oleh berbagai pihak, namun sering lupa melupakan aspek Radikal Pada Lingkungan.
Baca juga: Pemkab Lumajang Larang ASN Live di Media Sosial Saat Jam Kerja, Tegaskan Disiplin dan Etika Digital
"Kemajuan teknologi efek negatifnya terhadap lingkungan sudah tidak sebanding dengan efek positifnya, tiap detik rumah kaca terkirimi triliunan kubik polusi efek teknolgi sehingga lapisan ozon di angkasa yang berfungsi untuk menyaring dan memantulkan kembali ke angkasa semakin tidak efektif," jelas Asir.
Mengingat penghijauan semakin menipis sementara polusi semakin menggila, akibatnya manusia dapat merasakan sendiri bahwa di lingkungan semakin panas rasanya. "Makakita wajib menjaga alam agar alam juga menjaga kita," terangnya.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
Uraian tersebut dilengkapi dasar Hadits Nabi SAW
Bahwa sumber daya yang tidak boleh dimonopoli ada tiga, yakni padang rumput, air dan api. Padang rumput maksudnya adalah tanaman flora, seperti hutan.
Air merupakan sumber daya alam yang vital sehingga harus dilestarikan melalui Penghijauan. Sedangkan api adalah sumber daya energi, seperti tambang, bahan dari gunung danlainnya.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Kunir Intensifkan Patroli Jalan Raya
"Ketiga bahan tersebut harus dikuasai negara dan dikelola untuk kemakmuran rakyat yang sebesar besarnya," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi