Hujan Deras

Pemkab Lumajang Gerak Cepat Tangani Talud Sungai Rejali yang Tergerus Banjir

Reporter : Indana Zulfa
Bupati dan Kapolres Lumajang Tinjau Langsung Lokasi Terdampak Banjir

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah cepat dalam menangani kerusakan talud Sungai Rejali di Dusun Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, yang mengalami pengikisan akibat banjir. Penanganan darurat segera dilakukan guna memperkuat struktur talud yang terancam jebol dan mencegah banjir susulan yang dapat mengancam permukiman warga.

 

Baca juga: HUT Satpam ke-45, Kapolres Lumajang Tegaskan Peran Strategis Satpam Jaga Keamanan

Bupati Lumajang Indah Amperawati meninjau langsung lokasi pada Minggu (11/5/2025) malam dan memastikan bahwa mobilisasi alat berat dimulai pada Senin (12/5/2025). Beberapa penambang lokal turut dikerahkan untuk membantu proses perbaikan teknis.

 

“Besok beberapa penambang akan menggerakkan alat beratnya untuk mengalihkan arus sungai dan menutup bagian talud yang terkikis,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.

 

Baca juga: Police Goes To School, Satlantas Polres Lumajang Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SDN Jogotrunan

Respons cepat tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Lumajang dalam melindungi infrastruktur vital dan keselamatan warga. Selain penanganan lapangan, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus dilakukan. Surat tanggap darurat telah ditandatangani Bupati untuk mempercepat proses perbaikan dari tingkat provinsi.

 

“Saya sudah laporkan ke Ibu Gubernur. Beliau siap membantu. Malam ini surat tanggap darurat saya tandatangani agar proses perbaikan dari provinsi bisa segera berjalan,” tambahnya.

Baca juga: Modus Pinjam Peralatan, Pemuda 19 Tahun Bobol Rumah Warga di Lumajang

 

Penanganan ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan pemerintah provinsi dalam menjaga infrastruktur strategis. Pemkab juga mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa penanganan darurat berlangsung (Ind/red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru