LUMAJANG – Arus lalu lintas di kawasan Simpang 4 ST Lumajang sempat macet, Minggu (3/8/2025) malam. Penyebabnya bukan kecelakaan atau demo, melainkan kegiatan suting film berjudul *Lastri* yang mengambil lokasi di jantung kota.
Satlantas Polres Lumajang langsung menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup arus dari empat penjuru. Sejumlah kendaraan terpaksa dialihkan ke jalur alternatif.
Baca juga: Bupati Lumajang: Modal Usaha Kunci Stabilitas Ekonomi Daerah
“Kami terapkan sistem buka tutup arus secara situasional demi kelancaran proses suting dan kenyamanan masyarakat,” kata Kasubsi Pidm Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro.
Baca juga: Bupati Lumajang Tegaskan Fasilitas Kesehatan Dilarang Tolak Pasien, Utamakan Warga Tidak Mampu
Pengamanan melibatkan personel gabungan dari Satlantas, Polres Lumajang, Kodim 0821 Lumajang, dan Dinas Perhubungan.
Rekayasa ini hanya bersifat sementara, namun warga sempat dibuat penasaran karena lokasi tersebut jarang ditutup kecuali untuk acara besar. “Kami minta masyarakat bersabar dan ikuti arahan petugas,” imbuh Untoro.
Baca juga: Warkop Ojol Kamtibmas, Cara Satlantas Lumajang Rangkul Driver Ojol
Suting film *Lastri* disebut menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Lumajang. Namun, dampak penutupan jalan mendadak ini menuai komentar warganet yang mempertanyakan izin dan dampaknya terhadap arus kendaraan di pusat kota (Ind/red).
Editor : Redaksi