LUMAJANG – Upaya pengungkapan kasus pencurian sepeda motor milik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, terkendala serius. Penyebab utamanya: perangkat CCTV di lokasi telah mati sejak April 2025.
Pihak Kepolisian Resor Lumajang menyebut, hilangnya rekaman video dari kamera pengawas membuat proses penyelidikan kehilangan salah satu bukti paling vital.
Baca juga: Polisi Bekuk Residivis Curanmor di Lumajang, Satu Penadah Turut Diamankan
“Ketika kami lakukan penyelidikan, ternyata DVR CCTV di Balai Desa sudah mati sejak bulan April,” ungkap Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu, Kamis (7/8/2025).
Kondisi ini jelas menyulitkan polisi untuk menelusuri jejak pelaku, mengingat lokasi kejadian merupakan fasilitas publik yang semestinya dilengkapi sistem keamanan aktif. Matinya Digital Video Recorder (DVR) selama berbulan-bulan tanpa perbaikan pun memunculkan tanda tanya besar soal pengawasan dan tanggung jawab pengelola balai desa.
Baca juga: Satpam Pergoki Aksi Pencurian Kabel Listrik di Pabrik Alkohol Jatiroto
“Penyelidikan masih kami dalami guna mengungkap pelaku pencurian,” tambah Untoro.
Hilangnya sepeda motor mahasiswa KKN ini menjadi sorotan, tak hanya karena korbannya adalah peserta program pengabdian masyarakat, tapi juga karena lemahnya sistem keamanan fasilitas publik.
Baca juga: Polda Jatim Perkuat Kampung Tertib Lalu Lintas di Lumajang, Warga Didorong Jadi Garda Keselamatan
Kini, polisi harus bekerja ekstra mengandalkan saksi-saksi dan bukti lain yang terbatas. Sementara itu, publik mendesak agar ada evaluasi terhadap peran aparat desa dalam memastikan perangkat keamanan seperti CCTV berfungsi optimal (Ind/red).
Editor : Redaksi