Lumajang, 8 Agustus 2025 — Archipelago, grup manajemen hotel terbesar di Asia Tenggara, resmi membuka Aston Inn Lumajang, hotel jaringan internasional pertama di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peresmian dilakukan oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar, ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama jajaran direksi PT Royal Sejahtera Bersama selaku pemilik hotel dan manajemen Archipelago.
Berlokasi di pusat kota, Aston Inn Lumajang menjadi gedung tertinggi di wilayah ini, menghadirkan 97 kamar modern, restoran all-day dining, dan fasilitas ruang pertemuan. Hotel ini juga memperkenalkan konsep Smart Room yang dilengkapi Google Nest dan Smart TV terintegrasi.
Baca juga: Polsek Pasirian dan Koramil Gotong Royong Bangun Asrama Putri Ponpes Hidayatul Mustofa
CEO Archipelago, John Flood, menyebut kehadiran Aston Inn Lumajang sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan bisnis daerah. “Kami menyambut para tamu dengan kenyamanan, kemudahan, dan standar pelayanan khas Aston,” ujarnya.
Baca juga: Tekan Pelanggaran Pelajar, Satlantas Polres Lumajang Edukasi Tertib Lalu Lintas di SMPN 5 Lumajang
Aston Inn Lumajang menawarkan enam tipe kamar, mulai dari Superior Room seluas 23 m² hingga Suite seluas 47 m². Sebanyak 30 kamar memiliki pemandangan langsung Gunung Semeru. Untuk kebutuhan acara, tersedia Ranu Kumbolo Ballroom berkapasitas 500 orang, serta ruang pertemuan Ranu Pani 1, 2, dan 3 dengan kapasitas fleksibel.
Restoran Royal Arunika mengangkat bahan baku lokal, terutama Pisang Agung khas Lumajang. Menu andalan antara lain Pisang Agung Cake, Nasi Ulam, Iga Bakar Rempah Klakah, dan Banana Crumble Biscoff.
Baca juga: Bripda Yoga Ananda Harumkan Polres Lumajang di Kejuaraan Karate Nasional
Dengan lokasi strategis dekat Alun-Alun Lumajang, hotel ini menjadi titik awal ideal untuk mengunjungi destinasi wisata seperti Air Terjun Tumpak Sewu, Ranu Kumbolo, dan Pura Mandhara Giri Semeru Agung. Kehadiran Aston Inn Lumajang mempertegas komitmen Archipelago menghadirkan akomodasi modern berstandar internasional di daerah berkembang (In/red).
Editor : Redaksi