Lumajang – Kesabaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Kabupaten Lumajang habis. Mereka secara terbuka mendesak Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandi Siregar, untuk segera mundur. Alasannya jelas: dianggap gagal menjaga keamanan dan membuat masyarakat hidup dalam keresahan.
Desakan itu meledak setelah rentetan pencurian sepeda motor menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lumajang. Dalam sepekan, dua lokasi jadi sasaran pelaku.
Baca juga: Periksa 14 Truk di Pasirian, Polisi Temukan KIR Kedaluwarsa hingga SIM Tak Sesuai
Kasus pertama terjadi pada 6 Agustus 2025 dini hari di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, ketika dua motor milik mahasiswa KKN Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Islam Negeri KHAS Jember digondol maling. Belum reda, sehari kemudian pada 8 Agustus 2025, motor mahasiswa KKN UNEJ kembali raib di Desa Tempeh Tengah, bahkan saat diparkir di rumah kepala desa.
Baca juga: Satlantas Lumajang Bagikan Cokelat, Apresiasi Orang Tua yang Pastikan Anak Pakai Helm
“Kami mendesak Kapolres Lumajang untuk mundur dari jabatannya karena telah gagal memberi rasa aman bagi masyarakat Lumajang,” tegas Ketua HMI Lumajang, Intan Nuriyani, Sabtu (9/8/2025).
Baca juga: Lepas Atlet POPDA dan PEPARPEDA 2026, Bunda Indah Tantang Lumajang Raih 10 Medali Emas
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Lumajang belum memberikan pernyataan resmi (Ind/red).
Editor : Redaksi