Kriminalitas Tinggi

Tim Jatanras Polda Jatim “Turun Gunung” Buru Bandit Curanmor Lumajang

Reporter : Indana Zulfa
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat memberikan keterangan pers di ruang Humas Polda Jatim terkait perkembangan kasus curanmor di Lumajang, Senin (11/8/2025).

LUMAJANG – Gelombang teror curanmor yang menghantam Lumajang memaksa Polda Jatim bertindak kilat. Tim elite pemburu penjahat jalanan—Subdit III Jatanras Ditreskrimum—resmi “turun gunung” memperkuat Polres Lumajang. Targetnya jelas: membekuk kawanan maling motor yang belakangan ini membuat warga resah dan waswas.

 

Baca juga: Sinergi Pemkab dan Bank Jatim, CSR Percantik Alun-Alun Lumajang

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, tak menampik pengerahan pasukan khusus ini.

“Tim sudah bergerak. Kami lacak sampai ke liang tikus pun akan kami kejar. Dukungan ini untuk mempercepat pengungkapan,” tegasnya, Senin (11/8/2025).

 

Dalam sepekan terakhir, Lumajang seperti tak punya waktu bernapas. Rentetan aksi curanmor terjadi nyaris beruntun. Salah satunya menimpa dua mahasiswa KKN di Desa Alun-Alun, Ranuyoso—sepeda motor mereka raib dari halaman kantor desa, setelah pelaku nekat menerobos masuk.

Baca juga: Antisipasi Kejahatan 4C, Timsus Polres Lumajang Gelar Patroli Dini Hari

 

“Personel di lapangan bekerja siang-malam. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku,” tambah Abast.

 

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Nasional 2026, Wakapolres Lumajang Tanam Jagung di Rowokangkung

Padahal, awal Agustus lalu, Ditreskrimum Polda Jatim baru saja meringkus 12 bandit motor lintas kabupaten dari Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo. Namun, sindikat yang kini beraksi di Lumajang diduga berbeda—dan sama beraninya.

 

Warga diminta waspada, karena perburuan ini belum usai. Dan bagi para pelaku, pesan Polda Jatim jelas: tak ada tempat aman untuk bersembunyi (Ind/red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru