LUMAJANG – Gelombang teror curanmor yang menghantam Lumajang memaksa Polda Jatim bertindak kilat. Tim elite pemburu penjahat jalanan—Subdit III Jatanras Ditreskrimum—resmi “turun gunung” memperkuat Polres Lumajang. Targetnya jelas: membekuk kawanan maling motor yang belakangan ini membuat warga resah dan waswas.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, tak menampik pengerahan pasukan khusus ini.
“Tim sudah bergerak. Kami lacak sampai ke liang tikus pun akan kami kejar. Dukungan ini untuk mempercepat pengungkapan,” tegasnya, Senin (11/8/2025).
Dalam sepekan terakhir, Lumajang seperti tak punya waktu bernapas. Rentetan aksi curanmor terjadi nyaris beruntun. Salah satunya menimpa dua mahasiswa KKN di Desa Alun-Alun, Ranuyoso—sepeda motor mereka raib dari halaman kantor desa, setelah pelaku nekat menerobos masuk.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Kunir Intensifkan Patroli Jalan Raya
“Personel di lapangan bekerja siang-malam. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku,” tambah Abast.
Baca juga: Antisipasi Begal dan Curanmor, Polsek Pasrujambe Intensifkan Patroli Siang di Wilayah Rawan
Padahal, awal Agustus lalu, Ditreskrimum Polda Jatim baru saja meringkus 12 bandit motor lintas kabupaten dari Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo. Namun, sindikat yang kini beraksi di Lumajang diduga berbeda—dan sama beraninya.
Warga diminta waspada, karena perburuan ini belum usai. Dan bagi para pelaku, pesan Polda Jatim jelas: tak ada tempat aman untuk bersembunyi (Ind/red).
Editor : Redaksi