LUMAJANG – Semangat kemerdekaan bukan hanya milik mereka yang sempurna secara fisik. Hal itu dibuktikan oleh Paguyuban Disabilitas Lumajang (PDL) yang menggelar upacara bendera dan aneka lomba di Dusun Krajan Wetan, Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Minggu (17/8/2025).
Meski dengan segala keterbatasan, para difabel tampil penuh khidmat, sekaligus ceria, dalam peringatan HUT ke-80 RI. Acara ini digelar secara swadaya dengan dukungan banyak pihak, memperlihatkan bahwa kaum difabel tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi ikut berdiri di garda depan perayaan kemerdekaan.
Baca juga: Permatabirufest 2026 Meriah, Ratusan Anak TK/RA Lumajang Unjuk Bakat Mewarnai dan Menyanyi
“Kami berharap semangat kaum difabel bisa benar-benar dilihat oleh masyarakat, bahwa kami ada dan bisa berkontribusi,” tegas Akmal, Ketua Panitia kegiatan.
Pembina upacara, Dewi Masita, dengan lantang menyerukan pentingnya kesetaraan.
“Pekerjaan kita masih panjang. Kita ingin mewujudkan Lumajang inklusi, kecamatan inklusi, hingga desa inklusi. Difabel harus setara dengan non-difabel,” ujarnya.
Baca juga: Sinergi Pemkab dan Bank Jatim, CSR Percantik Alun-Alun Lumajang
Rangkaian kegiatan ini juga didukung berbagai organisasi, relawan, komunitas hingga sponsor yang menyiapkan hadiah perlombaan. Kebersamaan itu mempertegas bahwa gotong royong adalah wajah sejati bangsa Indonesia.
Ketua PPDI Jawa Timur, Ali Muslimin, menegaskan perlunya kolaborasi lebih luas.
“Perjuangan difabel tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan semua pihak mutlak dibutuhkan agar beban di pundak kami terasa lebih ringan,” katanya.
Baca juga: Antisipasi Kejahatan 4C, Timsus Polres Lumajang Gelar Patroli Dini Hari
Semangat peringatan kemerdekaan oleh para difabel di Mojosari ini menjadi pesan kuat: kemerdekaan sejati adalah ketika semua warga bangsa, tanpa terkecuali, bisa berdiri sejajar dan dihargai (Red).
Editor : Redaksi