Lumajang — Pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Lumajang yang sempat berkurang dalam beberapa hari terakhir kini kembali normal. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) saat mendampingi kegiatan Setormadu di Kecamatan Jatiroto, Rabu (10/9/2025).
Baca juga: Mudik Gratis 2026, Pemkab Lumajang Prioritaskan Keselamatan Warga
Menurut Bunda Indah, peningkatan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu penyebab tingginya permintaan LPG. Momentum kegiatan sosial dan keagamaan pada bulan Maulid turut mendorong konsumsi, sementara pasokan harian masih berjalan dengan pola distribusi rutin.
“Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan, distribusi LPG kini kembali normal. Masyarakat sudah bisa mendapatkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Pemkab Lumajang, kata Bunda Indah, telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi berjalan lancar. Pemerintah juga melakukan pemantauan langsung di tingkat pengguna guna menjamin kebutuhan sehari-hari warga terpenuhi.
“Saya sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Insyaallah mulai hari ini pasokan kembali lancar,” tambahnya.
Baca juga: Dari Mimbar Masjid, Kapolsek Candipuro Tekankan Pentingnya Stabilitas Wilayah
Selain memantau distribusi, Bunda Indah berdialog dengan sejumlah warga. Dari keterangan masyarakat, LPG sudah kembali tersedia di pasaran. Kondisi ini diharapkan memberikan ketenangan bagi warga dalam beraktivitas.
Pemkab Lumajang menegaskan akan terus melakukan pengawasan bersama agen resmi dan pihak terkait agar pasokan LPG tetap stabil, terutama saat kebutuhan meningkat.
Baca juga: Sekdes dan Kasun Baru Dilantik, Kapolsek Senduro Tekankan Integritas dan Stabilitas Desa
“Pemerintah daerah berkomitmen menjaga agar distribusi berjalan lancar. Dengan begitu, masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” kata Bunda Indah.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Lumajang menjaga pelayanan publik sekaligus memastikan kebutuhan energi rumah tangga terdistribusi secara merata dan tepat waktu (Ind/red).
Editor : Redaksi