Lumajang — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Hertutik, menegaskan pentingnya kesadaran lingkungan dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu pohon tumbang, merusak infrastruktur, serta mengancam keselamatan warga.
Baca juga: Polres Lumajang Hadiri Perayaan Natal BKSAG 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Keamanan
Hertutik menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan secara aktif oleh masyarakat merupakan langkah mitigasi yang efektif. Ia mengimbau warga untuk rutin memeriksa dan memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, menghindari area berisiko saat hujan deras dan angin kencang, serta segera melaporkan keberadaan pohon atau benda yang berpotensi roboh kepada perangkat desa atau DLH.
“Langkah sederhana seperti pemangkasan dan pelaporan cepat dapat mencegah kerusakan yang lebih luas serta melindungi keselamatan bersama,” ujarnya, Kamis malam (4/12/2025).
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Kriminalitas, Polsek Kunir Intensifkan Patroli Jalan Raya
DLH bersama tim gabungan juga menerapkan mekanisme penanganan cepat saat terjadi pohon tumbang maupun dampak cuaca ekstrem lainnya. Prosedur tersebut meliputi penilaian cepat di lokasi kejadian, pembersihan darurat dengan melibatkan DLH, BPBD, TNI, Polri, dan relawan, serta pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif untuk menjaga mobilitas masyarakat.
Hertutik menambahkan bahwa pendekatan edukatif yang terintegrasi dengan mitigasi berbasis komunitas dapat membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat. Upaya tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan lingkungan, mengurangi potensi kerugian materi, dan melindungi nyawa warga.
Baca juga: Antisipasi Begal dan Curanmor, Polsek Pasrujambe Intensifkan Patroli Siang di Wilayah Rawan
“Cuaca ekstrem akan terus menjadi tantangan. Jika masyarakat memahami risiko dan disiplin menjalankan langkah pencegahan, dampak bencana dapat ditekan secara signifikan. Kesadaran dan partisipasi warga adalah kunci keselamatan bersama,” pungkasnya (Red).
Editor : Redaksi