Blitar — Gumuk Sapu Angin yang berlokasi di Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan panorama perbukitan dengan pemandangan terbuka yang memanjakan mata.
Kawasan ini dikenal dengan hamparan gumuk atau bukit kecil yang ditiup angin sepoi-sepoi, menciptakan suasana sejuk dan menenangkan.
Baca juga: Candi Kotes atau Candi Papoh, Jejak Sejarah Klasik di Gandusari Blitar
Daya tarik utama Gumuk Sapu Angin terletak pada lanskap alamnya yang luas dengan latar pegunungan dan lembah hijau. Dari puncak gumuk, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam Blitar bagian selatan yang indah.
terutama saat pagi hari dan menjelang senja. Tempat ini juga menjadi favorit untuk menikmati matahari terbit dan matahari terbenam.
Untuk menikmati wisata Alam Gumuk Sapu Angin, pengunjung dikenakan tiket masuk sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang.
Sementara itu, biaya parkir sepeda motor berkisar Rp2.000–Rp5.000 dan kendaraan roda empat sekitar Rp5.000–Rp10.000. Area parkir tersedia di sekitar lokasi wisata dan dikelola oleh masyarakat setempat.
Baca juga: Situs Arca Warak Mondangan, Warisan Sejarah Kuno di Nglegok Blitar
Gumuk Sapu Angin buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari untuk menikmati udara segar dan panorama alam yang jernih, atau sore hari untuk menyaksikan keindahan sunset dengan suasana yang lebih sejuk.
Tujuan wisatawan datang ke Gumuk Sapu Angin cukup beragam, mulai dari wisata alam, fotografi, hingga rekreasi keluarga dan healing.
Banyak pengunjung yang datang untuk bersantai, menikmati pemandangan, berfoto, serta melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
Baca juga: Candi Gambar Wetan, Jejak Sejarah Klasik di Lereng Gunung Kelud Blitar
Dengan keindahan alam perbukitan yang masih alami dan suasana yang tenang, Gumuk Sapu Angin menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Kabupaten Blitar.
Pengelolaan yang melibatkan masyarakat sekitar diharapkan dapat terus menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.(yov/red)
"Artikel ini ditulis oleh Muhammad Yova Athobarani (Pelajar PPL SMKN 1 LUMAJANG)
Editor : Redaksi